Direktur Utama Panen Pisang di Kebun Sukamangli

Dikirim oleh : adminweb, Pada 10.03.2015 | News | 0 comment

Adi Prasongko bersama Administratur Kebun Sukamangli, Fakhrurrozy dan Kepala Bagian Renbang Dodik R. melihat-lihat hasil panen pisang

Semarang - Pengembangan komoditas baru di PTPN IX mulai ‘’berbuah’’. Pisang –salah satu komoditas baru yang dikembangkan kini mulai memberi kontribusi terhadap pendapatan usaha BUMN bidang perkebunan dengan wilayah kerja Jawa Tengah itu.

Awal tahun ini, mulai dilakukan panen pisang yang ditanam di berbagai kebun di bawah PTPN IX. Terbaru pada Jumat (6/3), dilakukan panen pisang di kebun Bandarejo, Temanggung, Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kebun Sukamangli.

‘’Total ada 13 hektare kebun pisang yang siap panen di Kebun Sukamangli,’’ kata Direktur Utama PTPN IX Adi Prasongko, usai menyaksikan panen pisang jenis mas itu, Jumat (6/3).  Didampingi General Manager Kebun Sukamangli Fakhrurrozi, Adi Prasongko kemarin memanen tidak kurang 600 tandan pisang.

Dia menjelaskan, mulai tahun 2014 lalu sudah ditanam 100 hektare pisang, dari berbagai jenis. Yakni, pisang mas, cavendish, kepok dan beberapa jenis lainnya.  Hingga akhir 2015 ditargetkan untuk menanam pisang di lahan seluas 500 hektare. ‘’Rencananya, secara keseluruhan akan tanam hingga 3.000 hektare hingga tahun depan,’’ katanya.

Pengembangan tanaman pisang ini, lanjut dia, merupakan bagian dari bussines value creation atau penciptaan usaha baru yang dikembangkan PTPN IX. Ini untuk melengkapi tiga komoditas utama PTPN IX selama ini. Yakni, gula, karet dan kopi.

Menurut Adi Prasongko, selain pisang yang juga sudah dikembangkan di wilayah kerja PTPN IX adalah berbagai buah tropis seperti jeruk, pisang, buah naga dan manggis. Lalu, tanaman hortikultura lainnya seperti kacang tanah, pala, jahe, hingga tanaman penghasil minyak atsiri. ‘’Kami juga  menjajaki untuk menanam porang,’’ katanya.

Berbagai komoditas baru itu,, lanjut dia, secara bisnis cukup menguntungkan. Pisang misalnya, nilai jualnya bisa mencapai Rp 27 juta setiap hektare-nya. Kacang tanah hingga Rp 25 juta per hektare. Sementara karet, nilai ekonomisnya hanya Rp 7 juta per hektare.

‘’Hingga akhir tahun ini, semua masih dalam tahap pengembangan. Kalau terbukti komoditas baru memang sangat menguntungkan, bisa jadi akan kami kembangkan besar-besaran,’’ tambah Adi Prasongko.

http://www.bumninsight.co.id/kerja-kerja-kerja/ptpn-ix-panen-pisang

Tulis Komentar


Copyright © 2016 - PTPNIX. All Right Reserved.
Best Viewed with Firefox in 1024 x 768px Resolution