Komoditas Kayu sebagai “kapal baru” PTPN IX

Dikirim oleh : adminweb, Pada 25.09.2015 | News | 0 comment

 

 

 

PTPN IX terus mengadakan riset dan mempelajari prediksi para pakar ekonomi khususnya tentang fluktuasi harga komoditas perkebunan yang terus merosot dari tahun 2014 dan diperkirakan akan terus berlanjut 2 tahun kedepan. Hal ini mempengaruhi kondisi ekonomi global yang terus melorot dan terbukti harga minyak dunia dan berbagai komoditi turun drastis. Kondisi ini juga berakibat dengan menurunnya harga komoditi karet hingga menyentuh 1.30 US$ per Kg pada bulan September 2015 dimana pada tahun-tahun sebelumnya harga karet sempat mencapai 3.5 – 4 US$ per Kg.

  Kayu Jabon

PT Perkebunan Nusantara IX terus berupaya meningkatkan daya saing komoditi utama (karet, teh dan kopi) melalui peningkatan produktivitas kerja, produktivitas produksi dan program efisiensi.  Dari hasil riset dan prediksi para pakar ekonomi, PT Perkebunan Nusantara IX juga telah menyiapkan komoditi alternatif yang akan tumbuh menjadi komoditi unggulan yaitu tanaman kayu. Tanaman kayu sebagai Buffer  telah disiapkan sejak tahun 2009 melalui program “ Optimalisasi Lahan “ dan ini menjadi energi baru dalam memberikan kontribusi pendapatan perusahaan. Pada tahun 2015 ini diprediksikan pendapatan penjualan kayu sekitar Rp 24,69 M dari RKAP 2015 sebesar Rp 11,57 M. Populasi tanaman kayu yang sudah ditanam sejak tahun 2009 sebanyak 2 juta pohon terdiri dari pohon sengon, jabon, mahoni, miopsis, suren, jati, dll. Sebagai upaya untuk mengembangkan komoditi kayu di     PT Perkebunan Nusantara IX, program penanaman kayu telah dituangkan dalam RJP perusahaan. Pada saat ini luas areal kayu yang dibudidayakan adalah 2.262,63 Ha dan pada tahun 2016 akan dilakukan pengembangan penanaman berbagai jenis kayu  sekitar 1.505,78 Ha yang terdiri dari 1.005,48 Ha monokultur dan 500,30 Ha intercrop.  Sementara itu hingga tahun 2020  luas areal kayu yang akan dikembangkan mencapai 7,470.28 Ha yang terdiri dari areal monokultur maupun areal intercrop. Potensi pengembangan kayu ini akan mampu memberikan pendapatan lima tahun kedepan sebesar Rp 294.2 M. Program jangka panjang ini akan diberi tagline dengan “Program Sukses Kayu” dengan sasaran 5 tahun kedepan akan memberikan kontribusi pendapatan 150 M per tahun.

Dengan adanya pengembangan dan potensi pendapatan yang besar, komoditas kayu akan menjadi “kapal baru” bagi PT Perkebunan Nusantara IX. Keberadaan dan kesejahteraan Sumber Daya Manusia yang ternaungi dalam perusahaan ini akan selalu terjaga. Hal ini selaras dengan “ Tri Darma Perkebunan “ yaitu Penciptaan Lapangan Kerja, Peningkatan Devisa untuk Negara, serta Pemeliharaan Kelestarian Alam dan Lingkungan. Penanaman kayu secara ekologis juga berfungsi untuk konservasi lahan. Kesuksesan program kayu ini membutuhkan komitment dan daya dukung yang kuat dari semua lini di PT Perkebunan Nusantara IX.

 

@ptpnix.co.id

 

 

Tulis Komentar


Copyright © 2016 - PTPNIX. All Right Reserved.
Best Viewed with Firefox in 1024 x 768px Resolution