Puji syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha Esa yang telah melimpahkan RahmatNYa yang tak terhingga kepada kita semua. Pada kesempatan yang baik ini izinkan kami menyampaikan Laporan Pengelolaan Perseroan untuk Tahun Buku 2016.

Pemegang Saham dan pemangku kepentingan lainnya yang kami hormati,

Secara umum, pengelolaan Perseroan berjalan baik namun kurang menggembirakan dalam hal aspek keuangan. Hal ini terjadi karena harga komoditas masih rendah akibat permintaan yang lemah dan pasokan yang besar. Selain itu juga dipengaruhi  ekonomi global yang masih lesu dampak dari semakin kompleksnya permasalahan ekonomi dunia akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik, termasuk hasil referendum brexit di Eropa dan Pemilu Amerika Serikat (AS) yang jauh berbeda dengan ekspektasi pelaku pasar.

 

ANALISIS PENCAPAIAN KINERJA

Tinjauan Makro Ekonomi

Perekonomian global pada tahun 2016 masih menghadapi tiga permasalahan serupa dengan tahun sebelumnya. Tiga permasalahan ini saling terkait dan akhirnya memperlambat pemulihan ekonomi global. Ditambah dengan meningkatnya ketidakpastian geopolitik, termasuk hasil referendum Brexit di Eropa dan pemilu Amerika Serikat (AS).

Permasalahan pertama yaitu masih lemah dan tidak meratanya pertumbuhan ekonomi dunia. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016 tetap lemah yakni 3,1% atau lebih rendah dibandingkan dengan capaian 2015 sebesar 3,2%. Hal tersebut mengakibatkan banyak negara mengalihkan strategi pertumbuhan ekonomi ke pasar domestik, sehingga pertumbuhan volume perdagangan dunia tercatat hanya 1%, turun dari 2% pada tahun sebelumnya.

Permasalahan kedua yaitu masih rendahnya harga komoditas dunia baik komoditas energi maupun non energi masih rendah dipengaruhi permintaan yang rendah dan pasokan yang besar. Dan permasalahan ketiga yaitu masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global seiring rencana kenaikan Fed Funds Rate (FFR) oleh Bank Sentral AS.

Mengingat pertumbuhan ekonomi dunia masih lemah, sehingga permintaan terhadap produk ekspor Indonesia juga lemah. Ekspor semakin rentan karena harga komoditas juga belum pulih dan dapat menekan terms of trade Indonesia. Tantangan bagi perekonomian Indonesia timbul dari risiko pertumbuhan ekonomi yang dapat kembali melemah akibat prospek ekspor yang menurun.

Menyikapi hal tersebut PTPN IX berusaha meningkatkan produktivitas dan melakukan efisiensi untuk tetap dapat menghadapi tantangan pelemahan pertumbuhan ekonomi. Selain itu juga mendorong pengembangan dan peningkatan usaha sektor agrowisata dan produk hilir untuk mendukung bisnis utama.

 

 

Kebijakan Strategis

Berdasarkan ekonomi makro dan industri perkebunan, Perusahaan merumuskan berbagai kebijakan strategis untuk meraih setiap peluang dan potensi yang ada. Untuk menguatkan daya saing dan agar tetap dapat bertahan di pasar maka Perusahaan menerapkan strategi stability dan kombinasi yang meliputi efisiensi dan pengembangan usaha serta memperkuat budaya perusahaan. Mempertimbangkan bahwa produk gula, karet, teh, kopi, wisata agro dan kayu adalah komoditas yang bersifat mass product, maka membangun daya saing untuk kopi dan wisata agro melalui keunikan (differentiation), sedangkan untuk komoditi yang lain dilaksanakan strategi overall cost leadership. Kebijakan strategis untuk pengembangan bisnis perusahaan sebagai berikut :

  1. Bisnis Gula

Berorientasi kepada peningkatan kapabilitas produksi dan peningkatan kapasitas pabrik dalam skala ekonomis. Dalam pengelolaan bisnis ini akan menerapkan efektivitas overall cost leadership, dan perluasan areal tebu baik tebu sendiri melalui konversi, kerjasama dan sewa, maupun melalui tebu rakyat.

  1. Bisnis Karet

Memperbesar ukuran bisnis dengan cara meningkatkan kapabilitas produksi, meningkatkan volume penjualan dengan memperluas pasar dan efektivitas penerapan cost leadership.

  1. Bisnis Teh

Diarahkan pada peningkatan kapasitas untuk memperbesar skala bisnis dan diversifikasi produk dengan sasaran menaikkan profit margin dan menurunkan beban pokok produksi, serta mengembangkan pasar eksternal.

  1. Bisnis Kopi, Wisata Agro, Kayu dan Hortikultura

Difokuskan pada peningkatan ukuran bisnis melalui peningkatan kapabilitas produksi, peningkatan kualitas layanan yang berorientasi pada market shraed oriented, peningkatan sarana dan prasarana, perbaikan manajemen pengelolaan dan perluasan pasar eksternal.

  1. Optimalisasi Aset

Berupaya memanfaatkan aset-aset perusahaan yang tidak produktif melalui pengembangan bisnis baru, bekerjasama dengan pihak lain untuk menciptakan value creation pada perusahaan.

 

Kinerja Perseroan

Pemegang Saham dan Pemangku Kepantingan lainnya, pertumbuhan ekonomi dunia yang melemah dan rendahnya harga komoditas, berdampak signifikan terhadap kinerja industri perkebunan Indonesia di tahun 2016, tidak terkecuali PTPN IX, karena kinerja korporasi sangat dipengaruhi dari pendapatan ekspor. Pendapatan penjualan pada tahun 2016 menurun 184 miliar atau 17,47% dari tahun 2015. Pada tahun 2016 korporasi mengalami kerugian sebesar Rp. 304 miliar, atau kerugian meningkat 189 miliar (164%) dari tahun 2015 yang mengalami kerugian Rp. 115 milliar. Selain itu struktur ekuitas PTPN IX mengalami penurunan akibat kerugian yang dialami.

Pencapaian Target 2016

Manajemen telah menyusun upaya-upaya pengembangan perusahaan yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Selama tahun 2016 upaya yang telah dilaksanakan antara lain :

  1. Pengembangan wisata agro melalui penambahan fasilitas-fasilitas penunjang serta perbaikan Banaran 9 Resort, dan pengembangan Banaran 9 dan Tea di Semarang
  2. Penataan areal portofolio komoditas pada areal HGU dengan mempertimbangkan kecocokan lahan.
  3. Melaksanakan inovasi dalam rangka optimalisasi produksi dan efisiensi biaya
  4. Konversi areal tanaman karet ke tanaman tebu untuk gilingan produksi mulai tahun 2017
  5. Melaksanakan pengujian mutu produk hilir sesuai kelayakan konsumsi berdasarkan SNI
  6. Penanaman tanaman hortikultura di Kebun-Kebun yang berpotensi secara intercrop dan monokultur untuk memberikan quick yield kepada perusahaan
  7. Tetap menjaga semangat melakukan efisiensi di segala bidang

 

Kendala-Kendala Yang Dihadapi

Budidaya Tebu

Produktifitas yang rendah akibat dari semakin tidak efisiennya mesin-mesin di Pabrik Gula milik PTPN IX, serta areal tanaman tebu yang semakin menurun sehingga pasokan tebu dari petani berkurang.

Budidaya Teh

  • Kurangnya intensitas penyinaran matahari akibat curah hujan yang tinggi pada triwulan I tahun 2016 sehingga mempengaruhi pertumbuhan pucuk teh.
  • Normalisasi dan penertiban pangkasan sehingga mempengaruhi peraihan produksi 2016 dan baru akan berproduksi normal di tahun 2017.
  • Tingginya kelembaban udara karena intensitas curah hujan yang tinggi dan penyinaran yang kurang maksimal menyebabkan pertumbuhan pucuk the terlambat dan serangan blister blight di Kebun Kaligua seluas 50 ha.
  • Pelindung tetap yang rapat di Kebun Semugih yang mengakibatkan intensitas cahaya berkurang dan adanya serangan hama helopeltis di Kebun Jolotigo seluas 28 ha.

Budidaya Kopi

  • Kemarau panjang pada tahun 2015 yang menyebabkan pembungaan kopi tidak sempurna sehingga banyak calon buah kopi yang tidak terbentuk.
  • Sampai dengan bulan September 2016 masih banyak hujan sehingga buah kopi matang terlambat.

 

PROSPEK USAHA

Prospek usaha PTPN IX sangat terkait dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia pada umumnya dan proyeksi pertumbuhan Indonesia pada khususnya. Ke depan, perekonomian Indonesia tetap menghadapi tantangan : Di sisi eksternal, tantangan utama bersumber dari tingginya ketidakpastian prospek pertumbuhan ekonomi dan pasar keuangan global, kelangsungan tren naiknya harga komoditas global dan tekanan arus keluar modal asing dari negara berkembang. Dari sisi domestik, usaha peningkatan kualitas pertumbuhan ekonomi menghadapi sejumlah tantangan, baik jangka pendek maupun yang bersifat struktural.

Prospek pertumbuhan ekonomi tahun 2017 diperkirakan naik ke kisaran 5,0-5,4% (yoy), dengan laju inflasi sebesar 4±1% dan diiringi pertumbuhan kredit sebesar 10-12% (yoy). Hal tersebut ditopang membaiknya permintaan domestik dan ekspor berupa peningkatan harga komoditas global dan pendapatan ekspor.

Berdasarkan kondisi tersebut, kami optimis bahwa di tahun mendatang PTPN IX tetap mampu memberikan nilai tambah baik kepada shareholder dan stakeholder melalui pertumbuhan penjualan, pertumbuhan laba, maupun pertumbuhan asset, serta tetap menjadi bagian penting dalam industri perkebunan baik domestik maupun global.

 

PENERAPAN GOOD GOVERNANCE

Perusahaan berupaya keras untuk menyempurnakan dan melaksanakan praktik good corporate governance (GCG), tidak hanya selaras dengan tuntutan regulasi namun juga sesuai dengan best practice. Bagi perusahaan, penerapan GCG merupakan sebuah keharusan yang akan mendorong kesuksesan di masa yang akan datang. Oleh karena itu, Perusahaan menerapkan GCG pada seluruh tingkatan dan jenjang organisasi dengan berpedoman pada ketentuan da peraturan terkait dengan pelaksanaan GCG bagi Perseroan.

Struktur Mekanisme GCG

Sesuai dengan undang-undang No. 40 tahun 2007 terntang Perseroan Terbatas, organ perusahaan terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Direksi dan Dewan Komisaris. Selama tahun 2016, organ perusahaan telah menjalankan fungsinya dengan baik. RUPS Tahunan diselenggarakan dalam waktu yang tidak melewati batas yang ditentukan dan RUPS Tahunan telah berjalan dengan baik dan dihadiri oleh pemegang saham dan seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi.

Selama tahun 2016, Dewan Komisaris telah menjalankan fungsi, tugas dan tanggung jawab yang jelas sesuai dengan anggaran dasar dan wewenang yang diberikan RUPS. Dewan Komisaris bertanggung jawab kepada pemegang saham dalam hal menagawasi kebijakan Direksi terhadap operasional Perusahaan yang secara umum mengacu pada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan yang telah disetujui, serta memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Dewan komisaris senantiasa proaktif melakukan pengawasan terhadap kinerja Direksi dan memberikan masukan kepada Direksi. Bentuk pengawasan yang dilakukan Dewan Komisaris tentunya mengacu pada implementasi atas rekomendasi yang diberikan Dewan Komisaris terhadap Direksi maupun melalui komite-komite yang dibentuk.

Direksi telah menjalankan tugas dengan melakukan segala tindakan yang berkaitan dengan pengurusan dan bertanggung jawab atas pengurusan Perseroan. Pengurusan dilaksanakan untuk kepentingan Perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. Selama tahun 2016, direksi telah melaksanakan tugas pengurusan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Anggaran Dasar, antar alain :

  1. Penyusunan perencanaan Perusahaan, antara lain RKAP 2017.
  2. Pemenuhan target kinerja Perusahaan berdasarkan aspek keuangan, operasional, dan administrasi.
  3. Pengembangan usaha perusahaan, antaralain pengembangan industri hilir, pengembangan agrowisata, dan pengembangan diversifikasi usaha antara lain : penanaman tanaman hortikultura, pemanfaatan aset non produktif, dan kerjasama pemanfaatan lahan untuk menara telekomunikasi, serta kerja sama penataan lahan.
  4. Pengelolaan aset dan keuangan perusahaan
  5. Pelaksanaa kegiatan operasional perusahaan
  6. Penyelenggaraan rapat Direksi, menghadiri rapat Dewan Komisaris dan Rapat Umum Pemegang Saham
  7. Pengawasan dan perbaikan proses bisnis internal, termasuk menindaklanjuti temuan Internal Audit dan Auditor eksternal.
  8. Penyelesaian permasalahan perusahaan, khususnya permasalahan hukum yang sedang dihadapi perusahaan
  9. Pengawasan kinerja dan permasalahan anak perusahaan
  10. Pelaksanaan tugas lainnya terkait kepengurusan perusahaan.

 

Sistem Pengendalian Internal

Perusahaan terus mendorong upaya peningkatan sistem pengendalian internal yang efektif. Pengendalian internal menjadi bagian yang terintegrasi dalam sistem dan prosedur dalam setiap kegiatan di unit kerja sehingga apabila terjadi penyimpangan maka dapat diketahui secara dini dan dilakukan langkah perbaikan oleh unit kerja yang bersangkutan. Perusahaan memiliki bagian Satuan Pengawasan Internal yang berperan dalam mengevaluasi kecukupan dan efektivitas pengendalian internal yang dilakukan oleh manajemen Perusahaan.

 

Manajemen Risiko

Perkembangan industri perkebunan yang sangat dipengaruhi faktor eksternal maupun internal merupakan tantangan tersendiri bagi perusahaan serta menimbulkan risiko yang dihadapi perusahaan pada setiap proses bisnisnya menjadi semakin kompleks. Guna meminimalkan potensi kerugian dan mengoptimalkan profitabilitas, menciptakan nilai perseroan dan meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, mendorong standar praktik terbaik tata kelola perusahan, maka disusunlah Sistem Manajemen Risiko (SIMAKO) untuk mendapatkan laporan mitigasi risiko yang lebih akurat.

Evaluasi monitoring terhadap perlakuan risiko telah dilaksanakan pada profil risiko 2016 per triwulan I sampai dengan triwulan IV, pada semua unit kerja meliputi 15 Kebun, 8 Pabrik Gula, Kakoba dan 14 Bagian.

Code Of Conduct

Corporate Governance merupakan suatu proses dan struktur untuk meningkatkan keberhasilan usaha dan akuntabilitas perusahaan guna mewujudkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang dengan memperhatikan kepentingan stakeholder lainnya berlandaskan peraturan perundang-undangan, anggaran dasar, dan nilai-nilai etika.

Penerapan praktek Good Governance bukan hanya menjadi kebutuhan para pelaku usaha tetapi  juga menjadi kebutuhan semua BUMN tidak terkecuali PTPN IX. Wujud dari komitmen untuk melaksanakan praktik-praktik Good Corporate Governance adalah dengan menerapkan prinsip-prinsip GCG yaitu Transparansi, Pertanggungjawaban, Kemandirian dan Kewajaran dalam menjalankan operasional perusahaan.

 

PERUBAHAN DIREKSI

Perubahan Komposisi Direksi

Pada tahun 2016 telah terjadi perubahan komposisi Direksi sebagai berikut :

Susunan Direksi PTPN IX berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-94/MBU/2012 tanggal 1 Maret 2012, Nomor SK-119/MBU/2014 tanggal 4 Juni 2014 dan SK-201/MBU/10/2015. Susunan Direksi PTPN IX  Januari tahun 2016 sebagai berikut :

Direktur Utama                                               :     Wisnu Budi Prasodjo

Direktur Keuangan                                          :     Herry Triyatno

Direktur Produksi                                            :     Slamet Poerwadi

Direktur Renbang                                            :     Hanung Tri Hutomo

Direktur SDM & Umum                                  :     Agus Hargianto

Sesuai dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara dan Direktur Utama Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perkebunan Nusantara III selaku Pemegang Saham PT Perkebunan Nusantara IX Nomor SK-149/MBU/07/2016 dan Nomor 3.00/SKPTS/R/18/2016 tanggal 15 Juli 2016 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi PT Perkebunan Nusantara IX. Terdapat perubahan susunan Direksi PT Perkebunan Nusantara IX pada tahun 2016 sebagai berikut :

Direktur Utama                                               :     Budi Adi Prabowo

Direktur                                                           :     Herry Triyatno

Direktur                                                           :     RM Satrijo Wibowo

 

 

PENUTUP

Demikian laporan tugas Direksi atas pelaksanaan usaha selama tahun 2016. Direksi menaruh apresiasi sebesar-besarnya kepada para pembeli dan mitra kerja yang telah memberikan kepercayaan kepada perusahaan dan atas dukungannya perusahaan dapat selalu berusaha memberikan kinerja terbaik.

Direksi juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerjasama dan komitmen seluruh jajaran tim manajemen dan seluruh karyawan atas kerja keras dalam memajukan perusahaan PTPN IX tercinta.

Juga tak lupa atas arahan yang diberikan oleh Dewan Komisaris, Direksi memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Dewan Komisaris sehingga Direksi dapat menjalankan tugas pengelolaan perusahaan dengan sebaik-baiknya.

Di waktu mendatang kami selalu memegang komitmen untuk memberikan yang terbaik guna perbaikan pencapaian kinerja secara berkelanjutan. Direksi berharap bahwa PTPN IX menjadi bagian penting dalam industri perkebunan baik domestik maupun global, serta dapat berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia.


Copyright © 2018 - PTPNIX. All Right Reserved.
Best Viewed with Firefox in 1024 x 768px Resolution