Para Pemegang Saham yang terhormat,

Di tahun 2014, PTPN IX dihadapkan pada kondisi yang kurang mendukung pencapaian kinerja keuangan. Krisis perekonomian dunia  berpengaruh  signifikan  terhadap  melemahnya  daya serap  komoditas  sehingga  harga  jual  komoditas  cenderung  turun yang berdampak pada menurunnya kinerja ekspor baik dari sisi volume maupun nilainya. Selama  tahun  ini  pemulihan  ekonomi  dunia  masih  terus berlanjut  meskipun  tidak  merata  dan  cenderung  lambat. Perekonomian   Amerika   yang   menjadi   motor   pemulihan ekonomi  global  terus  menunjukkan  perbaikan  dan  berada dalam siklus yang meningkat. Perekonomian Eropa dan Jepang masih mengalami tekanan meskipun terus dilakukan stimulus dari sisi moneter. Pelambatan ekonomi Tiongkok juga terus berlangsung   akibat   proses   rebalancing   ekonomi   yang ditempuhnya.  Semua  itu  mendorong  harga  jual  komoditas global, khususnya komoditas mineral dan pertanian mengalami penurunan lebih dari yang diperkirakan.

Pola pertumbuhan ekonomi dunia dan penurunan harga jual komoditas  tersebut  berpengaruh  terhadap  struktur  ekspor Indonesia dengan meningkatnya ekspor manufaktur dan masih tertekannya   ekspor   komoditas   primer   sejalan   dengan melambatnya permintaan negara emerging market. Sementara itu harga minyak dunia menurun drastis seiring posokan yang meningkat dari Amerika di tengah permintaan yang melambat. Di sisi lain, kuatnya apresiasi mata uang dolar Amerika sejalan dengan normalisasi kebijakan The Fed memberikan tekanan pelemahan terhadap hampir semua mata uang dunia termasuk rupiah.

Pada tahun 2014 ini, PT Perkebunan Nusantara IX me-launching logo  baru.  Acara  dilaksanakan  di  Kantor  Direksi  Semarang dihadiri jajaran Direksi, Pemangku Jabatan Puncak seluruh unit usaha dan karyawan-karyawati. Sebagaimana diketahui logo yang dipergunakan selama ini adalah logo pada saat pendirian perusahaan   sejak   11   Maret   1996.   PTPN   IX   merupakan peleburan dari BUMN perkebunan yang ada di Jawa Tengah yaitu PTP XV-XVI (Persero) mengusahakan tanaman semusim (tebu) dan berkantor di Surakarta dengan PTP XVIII (Persero) mengusahakan tanaman tahunan (karet, kopi dan teh) dan berkantor di Semarang.

PTPN  IX    dalam  perkembangannya  bukan  saja  bergerak  di bidang tanaman semusim dan tanaman tahunan saja, namun telah merambah ke usaha wisata agro dan produk hilir yaitu Gula 9, kopi bubuk Banaran, sirup Pala, teh celup Kaligua dan teh serbuk Semugih. Wisata agro andalan antara lain Kampoeng Kopi   Banaran   di   Kabupaten   Semarang,   Sondokoro   di Karanganyar,  kebun  teh  Kaligua  di  Brebes  dan  Semugih  di Pemalang. Sedangkan outlet produk hilir saat ini sudah tersebar di berbagai daerah dengan nama Banaran 9 Coffee & Tea yang terletak   di   Gemawang   Kabupaten   Semarang,   Colomadu Surakarta, Warnasari Cilacap dan Krumput Banyumas.

Kinerja Perusahaan

Tahun 2014 PTPN IX mengalami kerugian sebesar Rp 281,67 milyar, terinci Tanaman Semusim rugi Rp 313,94 milyar dan Tanaman Tahunan laba Rp 32,27 milyar. Realisasi produksi karet hanya mencapai 90,52%, teh mencapai 92,19%, kopi mencapai 106,48%, gula 65,82% dan tetes 84,03% dari RKAP. Pabrik Gula yang dimiliki PTPN IX pada umumnya sudah tua, perawatan yang dilakukan hanya sebatas mempertahankan agar pabrikbisa  beroperasi  karena  terbatasnya  dana.  Kondisi  likuiditas


 

belum baik dimana Current Ratio hanya 44,30%.

Penilaian tingkat kesehatan perusahaan dihitung berdasarkan SK Menteri BUMN–KEP 100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 mencapai nilai 51,26 dengan kategori tingkat kesehatan KURANG SEHAT (BBB) menurun dibandingkan pencapaian tahun 2013 dengan nilai 70,10 dengan kategori tingkat kesehatan SEHAT (A).

 

Kebijakan Strategis

1.    Peningkatan Produksi dan Produktivitas

Optimasi manajemen sadapan pada komoditi karet menjadi bagian penting dalam peningkatan produksi selain penggunaan stimulansia gas pada tanaman yang akan di- replanting memberikan dampak positif terhadap pencapaian produksi karet. Penggunaan bibit Single Bud Planting (SBP) dan peningkatan luas areal tanam ulang tebu/plant cane setiap tahun berdampak pada peningkatan produktivitas tebu. Penggunaan teknologi mesin petik di kebun teh pada tahun 2014 berdampak pada peningkatan produktivitas.

2.    Efektivitas Biaya

Kami menerapkan konsep efektivitas konsep konsep efektivitas   biaya   dalam   operasional   usaha   sehingga m e m b e r i ka n   p e l u a n g   ke p a d a   s e m u a   u n i t   ke r j a melaksanakan kegiatan yang berbasis memberikan nilai tambah terbaik terhadap semua biaya yang telah dikeluarkan. Melalui pembahasan rapat kerja operasional yang dilakukan rutin dengan unit kerja membuka peluang unit kerja mengajukan usulan yang tidak terakomodir dalam RKAP tetapi berpotensi memberikan nilai tambah terbaik bagi perusahaan.

3.   Skala Prioritas Investasi

Hampir semua pabrik gula memerlukan investasi sangat material namun kondisi keuangan yang terbatas mengharuskan investasi hanya fokus pada sarana prasarana yang berpengaruh langsung terhadap kelancaran proses produksi dan peningkatan efisiensi pabrik gula.

4.   Pengembangan Industri Hilir dan Wisata Agro

Pengembangan produk hilir difokuskan pada efisiensi biaya u n t u k   m e m p e ro l e h   h a rga   j u a l   ya n g   ko m p e t i t i f, memperlancar   distribusi   dan   meningkatkan   promosi produk  serta  bekerjasama  dengan  pihak  ketiga  untuk distribusinya. Pembangunan Sentral Park di kebun Balong dan  Jatirunggo  Park  di  kebun  Ngobo  serta  pendirian Banaran 9 Coffee & Tea di kebun Krumput diharapkan akan memperkuat bisnis wisata agro dan meningkatkan kontribusi ke perusahaan.

5.   Diversifikasi dan Optimalisasi Lahan

Upaya untuk mengurangi kerugian teh dan kopi serta optimalisasi lahan karet yaitu dengan penanaman tanaman kayu, investasi tanaman kayu sampai dengan tahun 2014 keluasan mencapai 1,682.69 Ha dan tanaman hortikultura seluas 126.85 Ha.

6.   Optimalisasi aset tidak produktif

Sebagai upaya untuk menambah sumber pendapatan baru, kami telah menandatangani nota kesepahaman dengan CV Sehati dalam menanam hortikultura Koro Pedang pada areal gawangan TTI sampai dengan TBM III tanaman karet.

 

Praktik Bisnis Berwawasan Lingkungan

Sejalan dengan misi perusahaan yaitu mendukung kelestarian lingkungan, maka proses bisnis perusahaan memberi perhatian yang serius terhadap kelestarian lingkungan. Praktik yang telah diterapkan adalah memberlakukan ISO 14000 yang merupakan standarisasi manajemen lingkungan. Dalam memproduksi teh, s e l u r u h   ke b u n   t e l a h   m e m e n u h i   s t a n d a r   p e r t a n i a n lestari/Sustainable  Agriculture  Network  dan  mendapatkan sertifikat Rainforest Alliance. Sedangkan pabrik gula secara rutin telah dilakukan penilaian PROPER, setelah melalui pembenahan peringkat kinerja pabrik gula naik dari hijau menjadi biru.

 

Kendala yang Dihadapi Perusahaan

Harga jual komoditas yang uncontrollable bagi perusahaan mempengaruhi menurunnya kinerja keuangan tahun 2014. Penurunan harga jual karet dan gula berdampak tidak tercapainya realisasi penerimaan penjualan disamping biaya SDM dan pengadaan barang bahan yang terus meningkat setiap tahunnya.

Anomali cuaca berdampak pada kesulitan tebang angkut tebu, sehingga terjadi penurunan rendemen tebu yang signifikan. Areal tebu yang hampir 100% milik petani, mesin giling yang sudah tua dan keterbatasan pembiayaan menyulitkan perusahaan dalam melakukan tanam ulang dan penataan komposisi varietas kemasakan tebu yang ideal.

 

Prospek Usaha dan Rencana Tahun Depan

Dengan perkiraan kondisi makro yang tidak lebih baik pada tahun  2015  karena  krisis  perekonomian  dunia  yang  belum teratasi, potensi kelebihan supply karet di pasar dunia dan potensi tekanan harga komoditas gula akan berdampak pada harga komoditas yang cenderung turun. Hal ini pasti akan sangat mempengaruhi kinerja perusahaan, untuk itu Direksi telah menetapkan arahan bisnis tahun 2015 sebagai usaha untuk menjaga pencapaian pertumbuhan pendapatan.

Strategi bisnis yang ditetapkan Direksi yaitu peningkatan efisiensi dan efektivitas biaya, skala prioritas investasi, meningkatkan produksi dan produktivitas semua komoditas, optimalisasi areal cadangan dan gawangan pada TBM karet dengan menanam tanaman musiman, peningkatan keluasan areal tanaman kayu dan hortikultura, peningkatan saluran distribusi dan pemasaran produk hilir serta wisata agro. Peraturan Presiden tentang PMN telah menetapkan persetujuan dana senilai Rp 1 triliun untuk PTPN IX, Rp 550 milyar untuk membangun pabrik gula baru di Comal dengan kapasitas 10.000 TCD dan revitalisasi PG Rendeng Kudus serta PG Mojo Sragen masing-masing Rp 225 milyar untuk menaikkan kapasitasnya menjadi 4.000 TCD.

 

Penerapan Tata Kelola

Dalam rangka membangun integritas dan etika kerja, kami berkomitmen untuk menerapkan standar tata kelola perusahaan yang terbaik dalam setiap aspek usaha. Prinsip tata kelola perusahaan yang bak dirangkum dalam nilai-nilai utama, kode etik dalam proses bisnis, pengendalian serta prosedur operasi standar. Kami juga berupaya untuk memastikan bahwa hal tersebut ditanamkan dan diterapkan secara konsisten oleh setiap elemen perusahaan.

Kami percaya bahwa pelaksanaan bisnis yang transparan dan bertanggung jawab untuk manfaat terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan merupakan faktor penting dalam pencapaian misi dan tujuan serta keberlanjutan perusahaan. Bagi kami, menanamkan pemahaman dan menjalankan prinsip tata kelola dalam proses bisnis dan proses pengambilan keputusan oleh semua insan PTPN IX harus berjalan seiring dengan peningkatan kinerja perusahaan.

Dalam upaya meningkatakan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG), kami telah menerapkan kebijakan Whisle Blowing System, Board of Manual, Conflict of Interest, Code of Coorporate Governance dan Code of Conduct. Kebijakan dan penyempurnaan perangkat GCG tersebut telah disosialisasikan ke segenap karyawan dan Stakeholder.

Dalam Assessment Penerapan GCG tahun 2014 yang didampingi oleh BPKP Provinsi Jawa Tengah, sesuai dengan parameter baru yang berpedoman pada surat keputusan Sekretaris Kementerian BUMN Nomor: SK-16/S.MBU/2012 tanggal 6 Juni 2012 nilai yang diperoleh PTPN IX mencapai 67,455

Penutup

Akhirnya di tengah kondisi yang kurang mendukung kinerja perusahaan, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh karyawan atas segala upaya dan kerja keras yang telah dilakukan selama tahun 2014 dalam mewujudkan tercapainya kinerja. Ke depan kami akan bekerja lebih cerdas dan keras lagi agar dapat memberikan kontribusi yang meningkat kepada perusahaan.

Kami juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemegang Saham atas segala dukungan   yang   diberikan   sehingga   pada   tahun   2014 p e r u s a h a a n   d a p a t   t e r u s   m e l a k s a n a k a n   b e r b a g a i pengembangan. Kepada Dewan Komisaris kami menyampaikan terima kasih atas arahan dan pengawasannya, kami juga menyampaikan penghargaan kepada para Mitra Usaha, Mitra Kerja, pelanggan dan pemangku kepentingan lain atas kerja sama dan dukungan yang telah diberikan kepada PT Perkebunan Nusantara IX.

 

 


Copyright © 2016 - PTPNIX. All Right Reserved.
Best Viewed with Firefox in 1024 x 768px Resolution