PEMAPARAN HASIL EVALUASI PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO

Dikirim oleh : adminweb, Pada 29.05.2013 | News | 0 comment

1PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) telah melakukan evaluasi penerapan Manajemen Risiko tahun 2012, bekerjasama dengan BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Tengah dilakukan sejak 7 Maret 2013 sampai dengan tanggal 3 Mei 2013.

Pada tanggal 28 Mei 2013 BPKP menyampaikan hasil evaluasi tersebut dihadapan Komisaris, Direksi, Kepala Bagian, SPI dan tentunya Unit MR yang sekarang dibawah komando SPI. Dari BPKP sendiri dihadiri oleh Direktur dari BPKP Pusat Jakarta dan Kepala Perwakilan BPKP Jawa Tengah.

Evaluasi tersebut  mencakup 8 (delapan ) komponen yaitu : Lingkungan Internal, Penetapan Sasaran, Identifikasi Peristiwa, Risk Assessment, Respon Risiko, Aktivitas Pengendalian, Informasi dan komunikasi, dan Pemantauan.

Berdasarkan evaluasi terhadap penerapan manajemen risiko di PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) untuk2 periode tahun 2012, dapat disimpulkan bahwa kondisi penerapan manajemen risiko pada PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) secara umum mencapai nilai rata –rata capaian setiap komponen sebesar 2,467 dari skor maksimal 5,00 atau berada pada tingkat kematangan “Repeatable”, yaitu kondisi penerapan manajemen risiko dimana perusahaan telah memiliki kebijakan manajemen risiko walaupun substansi belum memadai. Proses manajemen risiko telah berjalan namun masih belum terintegrasi dengan infrastruktur dan system operasi perusahaan secara keseluruhan. Peran, tanggungjawab wewenang terkait risiko sudah mulai dibangun, namun akuntabilitasnya masih belum jelas. Data terkait risiko sudah mulai dibangun, namun proses yang ada masih memperlihatkan ketidakseragaman diantara unit dalam perusahaan. Komunikasi antara unit dan fungsi mulai berkembang.

Terhadap kelemahan dalam pelaksanaan manajemen risiko sebagaimana diuraikan di atas dan dalam upaya memperbaiki kinerja pencapaian praktik-praktik yang terbaik (best practices) atas penerapan manajemen risiko, PTPN IX (Persero) perlu menindaklanjuti semua rekomendasi yang ada, terutama yang menjadi prioritas. Demikian semoga nilai kecukupan rancangan dan efektivitas pelaksanaan proses manajemen risiko sebagai salah satu alat manajemen dalam memberikan keyakinan kepada para stakeholder bahwa tujuan dan sasaran perusahaan bisa tercapai sebagaimana diharapkan. (MR-doc)

Tulis Komentar


Copyright © 2016 - PTPNIX. All Right Reserved.
Best Viewed with Firefox in 1024 x 768px Resolution