SURVIVAL STRATEGY PTPN IX

Dikirim oleh : adminweb, Pada 23.05.2016 | Artikel, Sosialisasi | 0 comment

PG Tasikmadu siap menggiling 3.5 juta kuintal tebu pada tahun 2016.

 

Direktur Keuangan PTPN IX (Herry Triyatno)Perusahaan harus menjalankan manajemen krisis. Diperlukan Survival Strategy, yang harus dijalankan secara disiplin disemua lini.

Herry Triyatno Direktur Keuangan

 

Tahun 2016 merupakan tahun yang cukup menantang bagi PTPN 9. Harga komoditas masih akan terus mengalami penurunan hingga dalam beberapa tahun kedepan, sebagai imbas perlambatan perekonomian dunia. Komoditas karet yang menjadi tulang punggung pendapatan PTPN 9 masih melemah seiring dengan penurunan harga minyak dunia.  El Nino yang terjadi di tahun 2015 akan berdampak pada penurunan kualitas dan kuantitas produksi Tebu. Komoditas Teh yang terus membukukan kerugian, akan semakin menekan kinerja keuangan perusahaan. Hanya komoditas Kopi yang harganya relatif stabil, namun di produksi dalam lahan yang relatif terbatas, dengan kondisi demikian maka perusahaan harus menjalankan manajemen krisis. Agar tujuan perusahaan tercapai maka diperlukan Survival Strategy, yang harus dijalankan secara disiplin disemua lini.

 

Ditengah tengah penurunan pendapatan Divisi Tanaman Tahunan dari komoditas utama Karet, Kopi dan Teh, diharapkan peningkatan pendapatan lain lain dari tanaman kayu dan holtikultura. Tanaman karet dimana dalam jangka panjang kurang prospektif harus disikapi dengan bijak pengelolaannya. Terhadap tanaman yang sudah tidak produktif dan tanaman yang tingkat produktifitasnya rendah, perlu di konversi ke tanaman lain yang cocok secara teknis baik itu untuk budidaya tebu, kayu atau holtikultura lainnya.

 

Divisi Tanaman Semusim tahun ini merupakan momen yang baik untuk merubah bisnis model, dimana Pabrik Gula dari waktu ke waktu hanya tergantung dari Tebu Petani, untuk mulai menanam tebu sendiri.  Penguasaan bahan baku melalui pemberdayaan on farm merupakan Factor Kunci Kesuksesan. Penanaman Tebu dengan menyewa lahan atau menggunakan lahan DTT akan memberikan sinergi dan meningkatkan produktifitas 3x lipat.

 

Keberadaan dana PMN sebesar Rp 1 Trilyun harus dimaknai sebagai berkah untuk titik tolak  perbaikan Pabrik Gula. Peningkatan produktifitas pabrik gula menjadi faktor penting perbaikan kinerja perusahaan kedepan. Tidak lupa efisiensi di segala bidang merupakan suatu keharusan yang melekat dalam setiap aktifitas perusahaan.

Perbaikan kinerja kedepan diharapkan akan memberikan perbaikan pada indikator rasio keuangan perusahaan. Beban hutang yang cukup tinggi, serta kewajiban jangka pendek yang besar merupakan target indikator yang harus diperbaiki secara konsisten, agar PTPN 9 masuk dalam radar yang diperhitungkan dalam komunitas bisnis.

Tidak ada kata sulit untuk dikerjakan, kami tetap optimis ditengah kesulitan ini, merupakan tahun kebangkitan untuk perbaikan kinerja kedepan. Kami berharap pada tahun 2016 dengan kerja keras dan sinergi  seluruh jajaran karyawan PTPN 9, Insya Allah target laba setelah Pajak sebesar RP 7.495.666 dapat tercapai.

Tulis Komentar


Copyright © 2016 - PTPNIX. All Right Reserved.
Best Viewed with Firefox in 1024 x 768px Resolution