Direktur Utama - Adi Prasongko berkesempatan memanen langsung Pisang di kebun Warnasari.

 

Warnasari, Budidaya hortikultura yang dikembangkan oleh PTPN IX sejak tahun 2014 mulai dipetik hasilnya, dari beberapa kebun yang mengembangkan budidaya hortikultura seperti Kebun Sukamangli, Jollong, Semugih, Warnasari dll sudah mulai melaksanakan panen.

Budidaya pisang yang dikembangkan oleh Kebun Warnasari seluas lebih dari 50 Ha mulai menghasilkan. Direktur Utama PTPN IX- Adi Prasongko  didampingi oleh Kabag Tanaman-Mahmudi  dan Kabag Renbang-Dodik Ristiawan bersama Administratur Kebun Warnasari – Yudhi Purnomo melakukan peninjauan lapangan sekaligus melaksanakan panen pisang jenis cavendish.

Direktur Utama bersama Kabag Tanaman, Kabag Renbang, dan Administratur Warnasari bersama staff berfoto bersama di areal kebun PisangPengembangan tanaman pisang ini, menurut Adi Prasongko, merupakan bagian dari bussines value creation atau penciptaan usaha baru yang dikembangkan PTPN IX. Ini untuk melengkapi empat komoditas utama PTPN IX selama ini. Yakni, gula, karet teh dan kopi.

Menurut Adi Prasongko, selain pisang yang juga sudah dikembangkan di wilayah kerja PTPN IX adalah berbagai buah tropis seperti jeruk, buah naga, pepaya serta tanaman hortikultura lainnya seperti kacang tanah, jahe, sareh wangi, koro pedang.

Berbagai komoditas baru itu, lanjut dia, secara bisnis cukup menguntungkan. Pisang misalnya, nilai jualnya bisa mencapai Rp 27 juta setiap hektare-nya. Kacang tanah hingga Rp 25 juta per hektare. Sementara karet, nilai ekonomisnya hanya Rp 7 juta per hektare.

Pisang dari Kebun Warnasari di pasarkan di daerah Jabodetabek, rencananya pengembangan pisang akan terus diperluas hingga tahun 2019 dimana ditargetkan pengembangan mencapai 243 Hektar.

 

Humas.