Memiliki lahan yang cukup luas   merupakan modal bagi PT. Perkebunan Nusantara IX dalam mengembangkan komoditas bidang perkebunan dan pertanian. Semakin beratnya persaingan di industri karet, membuat PTP Nusantara IX melakukan terobosan dengan membidik bisnis baru tentang kayu sebagai bagian dari peraihan laba. Pemikiran itu bertumpu pada kebutuhan industri berbahan dasar kayu, dimana permintaan  dalam maupun luar negeri di dunia furnitur begitu pesatnya.

Hal ini memicu arah bisnis baru bagi PTPN IX untuk  mengambil langkah terjun dalam dunia perkayuan. Langkah tersebut di tindak lanjuti dengan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama PT. Perkebunan Nusantara IX dengan PT. Indah Karya yang telah dilaksanakan  selasa 24/7,di Ruang Hevea  lantai  II Kantor Direksi Semarang.  Penandatanganan dilakukan Iryanto Hutagaol selaku  Direktur Utama PTPN IX dan Nelson Adianto selaku Direktur Utama PT. Indah Karya.

Dalam sambutannya  Iryanto Hutagaol  mengatakan bahwa penandatanganan ini bertujuan menjalin sinergi  antar BUMN untuk bersama – sama mendapatkan keuntungan sehingga dapat memberikan kontribusi bagi negara. Pengembangan bisnis yang baru  yaitu komoditi kayu akan di olah menjadi  “Plywood”,  PTPN IX sendiri mempunyai komoditas kayu yang melimpah,  sedangkan PT. Indak Karya memiliki tehnologi dan pasar. Dengan jalinan kerjasama ini diharapkan aset – aset  yang lain dapat tergali dan menambah  profit serta ber semangat untuk bersinergi.

Saat ini PTPN IX mempunyai  sekitar 4000 pohon diharapkan 5 tahun mendatang target  10.000 pohon siap untuk di olah sehingga  kerjasama ini dapat berlangsung terus menerus menjadi harapan baru pendapatan perusahaan.