Sebagai wadah organisasi Perusahaan Perkebunan di Jawa Tengah dan DIY, GPP senantiasa memperhatikan kebutuhan, keinginan dan kesulitan yang dihadapi oleh anggotanya, sesuai dengan visi dan misi yang ditetapkan.  Menyadari bahwa HGU merupakan aset utama usaha di bidang perkebunan, tentunya permasalahan yang dihadapi relatif sama yaitu pemanfaatan dan optimalisasi lahan. Selanjutnya dari sinilah peran serta perusahaan perkebunan sebagai pendorong peningkatan taraf hidup, ekonomi dan sosial kemasyarakatan serta kepentingan masyarakat sekitar kebun.

 

Menyikapi kondisi ini maka digagaslah sebuah pertemuan untuk ajang silaturahmi, tukar pendapat dan pengalaman diantara anggota-anggota GPP se Jateng dan DIY, dalam forum “ Fasilitasi Konsultasi HGU” yang telah dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2018, bertempat di ruang Hevea Kantor Direksi PTP Nusantara IX.

Hadir dalam pertemuan ini, Direksi anggota GPP dan juga menghadirkan nara sumber dari Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian, Sekda Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng, Ketua GPPI  dan Tim Kanwil BPN Jateng.  

Dalam sambutanya Iryanto Hutagaol, mengatakan bahwa kendala yang dihadapi PTPN IX saat ini adalah pemanfaatan dan optimalisasi lahan yang sesuai dengan HGU. Bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional selaku pengelola pertanahan di Indonesia PTPN IX berupaya memenuhi rekomendasi yang sudah ditetapkan oleh BPN, untuk menciptakan iklim berusaha yang aman sekaligus dapat memberikan kontribusi berupa lapangan kerja bagi masyarakat sekitar kebun.

Sebagai perusahaan perkebunan besar di Jawa Tengah dengan komoditas utama tanaman karet, saat ini masih bergantung pada harga pasar karet dunia.  Namun demikian kondisi pasar dewasa ini, harga karet di pasar dunia semakin menurun, Sehingga untuk menopang jalannya perusahaan perlu mencari alternatif lain selain komoditas karet. Dengan pemanfaatan dan optimalisasi lahan HGU yang ada harapannya bisnis PTPN IX tidak hanya bertumpu pada komoditas karet, tetapi juga mengusahakan penanaman komoditas kayu dan pengembangan agrowisata. Arah kebijakan bisnis perkebunan yang tepat dapat memberikan kontribusi di bidang ekonomi, sosial dan peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar kebun, sekaligus menjaga dan memelihara kekayaan alam serta kesuburan lingkungan.

 

 

Pertemuan ini disambut baik oleh peserta yang tergabung dalam Gabungan Perusahaan Perkebunan Jawa Tengah dan DIY, untuk lebih memberikan pengalaman yang bermanfaat acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab seputar optimalisasi lahan HGU. (Humas/PTPN9)