Bawen –  PT Perkebunan Nusantara  IX  melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) dengan PT. Dyandra Promosindo, PT. Pasdesa dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia  (APRINDO) dalam upaya pengembangan bisnis perusahaan di berbagai sektor.

Penandatanganan MoU  berlangsung di Banaran Sky View – Bawen, Kabupaten Semarang Kamis (15/10/2020). Penandatangan dilakukan langsung oleh Direktur PTPN IX -Tio Handoko, Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo – Hendra Noor Saleh, Direktur Utama PT Pasdesa – Chandra Dewi Kartika disaksikan oleh  Direktur Utama PTPN IIII (Persero) M. Abdul GhanI, Direktur Umum PTPN III (Persero) Seger Budiarjo, Komisaris Utama PTPN IX M. Syarkawi Rauf, Komisaris Independen Andy Wibisonodan dihadiri oleh seluruh Pemangku Jabatan Puncak PTPN IX.

Direktur Utama PTPN III (Persero) – M. Abdul Ghani mengapresiasi langkah strategis yang dilakukan oleh PTPN IX dalam rangka optimalisasi aset dan memaksimalkan revenue PTPN IX sebagai anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara III (Persero). Lebih lanjut beliau juga membuka opsi lebih luas kepada mitra untuk dapat bekerjasama terkait optimalisasi asset tidak hanya sebatas di Jawa Tengah namun juga di seluruh anak perusahaan PTPN Group sebagai bentuk inovasi dalam upaya memberikan keuntungan secara korporasi.

Sementara itu, Direktur PTPN IX Tio Handoko menambahkan bahwa penandatanganan nota kesepahaman dengan berbagai pihak  menandakan terjalinnya kerjasama terkait pengembangan  Wisata Agro Kampoeng Kopi Banaran dan Pengembangan Budidaya Udang Vannamei, sejalan dengan pengembangan bisnis non – core PTPN IX yang diharapkan hasilnya  mampu mengimbangi bisnis komoditas sebagai bisnis utama.

“MoU ini menjadi payung untuk membangun sinergi bisnis yang saling menguntungkan antar perusahaan. Kerjasama ini mencakup kerjasama secara strategis maupun operasional,” ujar Tio dalam kesempatannya.

Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo, – Hendra Noor Saleh menyambut optimis terkait kerjasama pengelolaan yang akan dilakukan untuk pengembangan unit wisata agro Kampoeng Kopi Banaran, dimana PT. Dyandra akan mengelola aspek pengembangan infrastruktur, eduwisata dan ekowisata, termasuk pelaksanaan event dan kegiatan.

Hendra Mengatakan, “Kampoeng Kopi Banaran selain memiliki potensi alam yang menarik juga memiliki keunggulan wilayah karena terletak di segitiga emas “Joglosemar” (Jogjakarta -Solo- Semarang), untuk itu kami optimis dapat memberikan hasil yang positif bagi ke – dua belah pihak“

Sedangkan dengan PT. Pasdesa, PTPN IX akan melakukan kerjasama pengembangan tambak udang di wilayah PTPN IX seluas 263 Ha yang akan dilakukan secara bertahap. Direktur PT. Pasdesa – Chandra Dewi Kartika mengatakan kerjasama operasional ini mendukung upaya PT. Pasdesa dalam pemenuhan produk pangan baik nasional maupun internasional. Bagi PTPN IX sendiri, pengembangan budidaya udang merupakan kelanjutan program yang sudah dimulai sejak 2 tahun yang lalu, untuk mengoptimalkan wilayah-wilayah kebun di pinggir pantai yang kurang cocok untuk ditanami komoditas perkebunan.