Konsumsi air minum dalam kemasan (AMDK) masyarakat Indonesia mengalami pertumbuhan sekitar 10 hingga 12 persen per tahun, hal ini membuka pasar bagi Perusahaan BUMN menjadi Pemain dalam bisnis tersebut. Untuk itu pada hari Selasa tanggal 24 September 2018 bertempat di Kementerian BUMN, ditandatangani kesepakatan bersama Sinergi Industri AMDK BUMN oleh beberapa BUMN dan anak perusahaannya antara lain PT Perkebunan Nusantara IX, PT. Perkebunan Nusantara XI, PT. Rolas Nusantara Mandiri, PT. Krakatau Daya Tirta, PT. Pertamina Ritail, PT. Peteka Karya Tirta, PT. Swabina Gatra, PT. Indra Karya (PERSERO), Perusahaan Umum Jasa Tirta I, Perusahaan Umum Jasa Tirta II, dan Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik.

Isu lingkungan minimalisasi penggunaan plastik dalam kemasan hingga sinergi pengelolaan industri AMDK BUMN menjadi fokus utama dalam Koordinasi yang dihadiri oleh plt Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Deputi Bidang Agro Industri dan Farmasi dan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis.

Ada tiga perusahaan perkebunan dibawah PT Perkebunan Nusantara III (Persero) saat ini yang telah memiliki industri AMDK, antara lainPTPN IX, PTPN XI dan PTPN XII. PTPN IX sendiri telah mulai mengembangkan AMDK Kaligua dalam kemasan cup, 330 ml, 600 ml dan Galon yang diolah dan diproses dari mata air di Unit Kebun Kaligua.