Puji syukur kehadirat Tuhan YME atas limpahan berkah yang diberikan kepada Kami sehingga diberi kesempatan dan diizinkan untuk menyampaikan Laporan PengelolaanPerseroan Tahun Buku 2019.

Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang kami hormati,

Kinerja PTPN IX terus terkontraksi dalam beberapa tahun terakhir akibat tidak kunjung membaiknya perekonomian global yang berimbas pada volume perdagangan dan harga jual komoditas yang terus tertekan. Tantangan lain yang harus dihadapi perseroan yaitu beban bunga yang tinggi akibat terus meningkatnya pinjaman untuk membiayai operasional perusahaan. Menjawab tantangan tersebut, perseroan terus mensinergikan program-program yang terdapat dalam paket Transformasi PTPN IX yaitu Portofolio & Pengembangan Non- Core, Budaya Kerja dan Penataan SDM, Operational Excellence, Aset & Infrastruktur, serta Digitalisasi dan Mekanisasi. Selain itu PTPN IX bersama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) bekerjasama dengan pihak kreditur melakukan program Restrukturisasi Hutang untuk menselaraskan beban hutang dengan rencana kinerja jangka panjang perseroan. Dengan sinerginya semua paket dalam program transformasi maka akan membuat program Transformasi sebagai pilar yang kokoh untuk perbaikan kinerja Perseroan kedepan.

Analisa Pencapaian Kinerja

Tinjauan Makro Ekonomi

Optimisme terhadap pemulihan ekonomi global sempat menguat pada triwulan IV-2019. Optimisme dipicu oleh berbagai respons kebijakan yang ditempuh banyak negara untuk memperkuat perekonomiannya. Optimisme makin kuat saat tercapai kesepakatan tahap I perundingan perdagangan AS-Tiongkok. Berbagai faktor ini kemudian menurunkan ketidakpastian global dan meningkatkan keyakinan pelaku ekonomi terhadap prospek pemulihan ekonomi global. Optimisme juga mendorong kenaikan aliran modal ke negara berkembang sampai dengan pertengahan Januari 2020. Dalam perkembangannya, proses pemulihan ekonomi global tertahan setelah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) merebak pada akhir Januari 2020. Optimisme berubah karena COVID-19 diprakirakan akan menekan perekonomian Tiongkok dan kemudian menghambat keberlanjutan pemulihan ekonomi global. Ke depan, upaya penanggulangan COVID-19 perlu terus dicermati karena dapat memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi, volume perdagangan, dan harga komoditas dunia, serta pergerakan aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Optimisme yang sempat mengemuka di perekonomian global pada triwulan IV-2019 dan awal 2020 juga terlihat di perekonomian domestik. Kegiatan ekspor dan impor juga meningkat sehingga mengindikasikan arah penguatan perekonomian ke depan. Perkembangan tersebut kemudian juga diikuti oleh meningkatnya aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik sampai dengan Januari 2020 dan mendorong penguatan nilai tukar Rupiah. Kondisi ini secara umum sangat baik karena meningkatkan optimisme terhadap menguatnya momentum pertumbuhan ekonomi, dengan tetap menjaga stabilitas perekonomian. Keberlanjutan optimisme tertahan saat COVID-19 mulai terjadi akhir Januari 2020. Peran ekonomi Tiongkok di perekonomian global yang besar tidak dapat dihindari memengaruhi perekonomian Indonesia. Aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik berkurang sejalan dengan penyesuaian penempatan dana asing ke negara berkembang dan sempat memberikan tekanan pada nilai tukar Rupiah. Peran Tiongkok yang tidak kecil terhadap perekonomian Indonesia melalui jalur pariwisata, ekspor, dan investasi diprakirakan akan memengaruhi prospek perekonomian Indonesia tahun 2020.

Kebijakan Strategis

Perusahaan merumuskan berbagai kebijakan strategis untuk meraih setiap peluang dan potensi yang ada secara berkesinambungan. Untuk menguatkan daya saing dan agar tetap dapat bertahan di pasar maka Perusahaan menerapkan strategi stability dan kombinasi yang meliputi efisiensi dan pengembangan usaha melalui program Transformasi serta memperkuat budaya perusahaan. Mempertimbangkan bahwa produk hasil produksi komoditas ditujukan kepada konsumen yang sensitive terhadap perkembangan harga pasaran, maka dalam menjalankan operasional, perusahaan menggunakan strategi overall cost leadership agar mampu menghasilkan produk dengan biaya yang rendah. Selain itu dalam pengembangan bisnis produk hilir dan agrowisata untuk membangun daya saing, perusahaan menggunakan strategi differentiation dengan menawarkan keunikan dan perbedaan produk dan jasa tersebut. Kebijakan strategis untuk pengembangan bisnis perusahaan sebagai berikut :

Strategi Pencapaian Target 2019

Selama tahun 2019 Manajemen telah menyusun upaya pencapaian target kinerja Perseroan antar lain :

  1. Penataan portofolio meliputi komposisi tanaman ideal dan diversifikasi usaha.
  2. Konversi tanaman karet menjadi tebu.
  3. Quick yield program melalui pengembangan wisata
    agro, produk hilir, gula retail, dan essensial oil.
  4. Industri komoditas yang profitable dengan program operating excellence, penerapan kelas kebun, penataan SDM, dan perencanaan sistem pengupahan
    yang kompetitif.
  5. Project udang vanamey, rest area jalan tol, wisata
    agro, optimalisasi asset.
  6. Melakukan efisiensi pabrik, regrouping pabrik karet,
    teh, dan kopi, serta penutupan pabrik BRCR.
  7. Peningkatan kehandalan Sistem Informasi Manajemen dengan smart presense penyadap, digitalisasi timbangan pabrik, penyusunan RKAP berbasis IT, pengunaan aplikasi Disposisi Online, dashboard online, video converance, dan penerapan
    SAP.
  8. Restrukturisasi keuangan untuk menselaraskan
    beban hutang dengan rencana kinerja jangka panjang perseroan.

 

1. Bisnis Gula

Berorientasi kepada peningkatan kehandalan pabrik dan kapabilitas produksi (production capability) serta peningkatan kapasitas pabrik dalam skala ekonomis. Dalam pengelolaan bisnis ini menerapkan efektivitas overall cost leadership, integrasi system manajemen dengan ERP-SAP serta perluasan areal tebu baik tebu sendiri melalui konversi, kerjasama dan sewa, maupun melalui tebu rakyat untuk menaikkan profit margin.

2. Bisnis Karet

Memperbesar ukuran bisnis dengan cara meningkatkan produktivitas dan kapabilitas produksi, penguatan sistem manajemen panen dan quality control produk komoditas, meningkatkan volume penjualan dengan memperluas pasar dan efektivitas penerapan cost leadership serta penerapan ERP-SAP.

3. Bisnis Teh

Diarahkan pada peningkatan produktivitas dan kapasitas untuk memperbesar skala bisnis dengan sasaran menaikkan profit margin dan menurunkan beban pokok produksi, serta dikembangkan sebagai produk hilir dengan sasaran keunikan produk dan pengembangan pasar baru.

4. Bisnis Kopi

Difokuskan pada peningkatan ukuran bisnis melalui peningkatan produktivitas dan kapabilitas produksi, serta dikembangkan sebagai produk hilir dengan sasaran keunikan produk dan pengembangan pasar baru.

5. Bisnis Agrowisata, Hortikultura, Kayu-kayuan dan Pengembangan Usaha Lainnya
Berupaya untuk meningkatkan daya saing perusahaan yang berorientasi pada kualitas layanan best servises, perluasan pasar, meningkatkan sarana dan prasarana, memperbaiki manajemen pengelolaan, pengembangan bisnis yang lebih luas dan optimalisasi aset.

Kinerja Perseroan 2019

Pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat disertai ketidakpastian pasar keuangan global menurun namun imbas dari kesepakatan dagang AS-Tiongkok dan prospek pemulihan ekonomi global mendorong volume perdagangan dunia. Harga komoditas terutama karet membaik meskipun masih terbatas yang disebabkan adanya gangguan produksi yang menyebabkan penurunan pasokan karet dunia, tercermin pada harga rata- rata karet PTPN IX meningkat 2,36% dari tahun 2018 namun produksi menurun 0,45% dari tahun 2018. Sedangkan untuk komiditas diluar Karet, hanya gula dan tetes yang mengalami kenaikan harga rata-rata dibandingkan tahun sebelumnya masing-masing sebesar 3,95% dan 5,48%, sedangkan teh dan kopi mengalami penurunan harga rata-rata dibandingkan tahun 2018 masing-masing sebesar 1,11% dan 8,74%.

Dari aspek operasional produktivitas karet dan tebu mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2018 sebesar 1,86% dan 1,69%, sedangkan teh dan kopi mengalami penurunan masing- masing sebesar 19,91% dan 11,18% sebagai dampak dari kemarau yang lebih awal dan tegas selama 6 bulan yaitu bulan Mei hingga Oktober. Namun produktivitas semua komoditas masih dibawah target yang telah ditetapkan pemegang saham yang menyebabkan tidak tercapainya target volume penjualan. Selain faktor produktivitas tanaman, kurang handalnya Pabrik Gula PTPN IX akibat tingginya jam henti pabrik berpengaruh terhadap kurang dapat bersaingnya Pabrik Gula dalam perebutan Bahan Baku Tebu Petani Rakyat dengan Pabrik Gula lainnya.

Selaras dengan hal tersebut kinerja finansial perseroan tahun 2019 menurun dari tahun 2018 dengan membukukan rugi tahun berjalan sebesar Rp 430,95 miliar dibawah target perseroan laba bersih sebesar Rp 48,05 miliar. Aset perseroan mengalami peningkatan dari tahun 2018 sebesar 0,63% dan di atas target 2019 sebesar 106,64%.

Kendala-kendala yang dihadapi

Volume penjualan komoditas dibawah target yang ditetapkan banyak dipengaruhi oleh produksi komoditas yang dikelola juga di bawah target yang telah ditetapkan akibat kendala yang dihadapi di tahun 2019, antara lain :

Komoditas Tebu

Realisasi gula milik dan tetes milik PTPN IX masing- masing hanya tercapai 37,75% dan 37,57% dari target, hal ini dikarenakan kurang dapat bersaingnya Pabrik Gula PTPN IX dalam perebutan Bahan Baku Tebu Petani Rakyat karena kehandalan pabrik yang rendah. Sehingga areal tebu giling hanya tercapai 68,09% dari target. Selain hal tersebut tidak terealisasinya rencana pengolahan raw sugar sebesar 189.711 ton karena PTPN IX tidak berhasil mendapatkan kuota raw sugar 2019.

Komoditas Karet

Realisasi produksi karet hanya mencapai 92,03% dari target dipengaruhi oleh ketidakstabilan kehadiran penyadap borong, kondisi tajuk tanaman belum pulih, serta Tap dan Production Recovery belum optimal karena kemarau panjang.

Komoditas Teh

Realisasi produksi teh hanya mencapai 63,48% dari target disebabkan oleh tanaman masih dalam program recovery murni dan recovery rehab serta penurunan performance tanaman akibat kemarau tegas.

Komoditas Kopi

Kemarau tegas juga menghambat upaya pencapaian produksi kopi dimana berkibat pada kegagalan pembungaan yang berdampak berkurangnya calon buah kopi yang terbentuk. Sehingga produksi kopi tahun 2019 hanya mencapai 55,40% dari target.

Kinerja perseroan yang kurang menggembirakan di tahun 2019 tidak melunturkan semangat seluruh elemen Perseroan untuk terus memberikan yang terbaik bagi

perusahaan. Kami berkomitmen untuk lebih mensinergikan paket dalam program transformasi agar program transformasi menjadi pilar perusahaan yang kokoh dalam upaya peningkatan kinerja dan daya saing perusahaan. Pengelolaan bisnis dengan berorientasi pada produktivitas, kualitas, dan efisiensi biaya produksi pada komoditas agar kembali menunjukkan kinerja yang optimal, serta pengembangan bisnis diluar komoditas baik dengan diferensiasi maupun optimalisasi aset juga menjadi concern perseroan kedepan.

Dengan sumberdaya yang dimiliki serta pengelolaan usaha yang efektif dan efisien, kami optimis PTPN IX mampu bertahan dan berkembang dimasa mendatang.

Tata Kelola

PTPN IX selalu berkomitmen menjadikan prinsip GCG (Good Corporate Governance / Tata Kelola Perusahaan yang Baik) sebagai pedoman dalam pelaksanaan operasional perseroan. Dalam menjalankan kegiatan usaha yang berkelanjutan sebagai anak usaha BUMN, seluruh jajaran Perseroan menjalankan tata kelola perusahaan dengan transparan, penuh tanggung jawab dan sesuai dengan peraturan undang-undang yang berlaku dibawah pengawasan Dewan Komisaris dan Komite Audit. Dengan berpegang prinsip GCG, PTPN IX berharap dapat terus dapat menjadi perusahaan berdaya saing tinggi dan terus berkembang bersama mitra.

Perubahan Komposisi Direksi

Pada tahun 2019 terjadi perubahan komposisi Direksi dimana terdapat pergantian Direktur Bidang dan perubahan nomenklatur Direktur Bidang, sehingga per tanggal 17 Oktober 2019 komposisi Direktur di PTPN IX menjadi Direktur Utama, Direktur Komersil, Direktur Operasional, dan Direktur Perencanaan dan Pengembangan. Formasi jajaran Direksi semula :