Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan Rizki dan Karunia yang tak terhingga. Pada kesempatan yang baik ini izinkan kami meyampaikan Laporan Pengelolaan Perseroan Tahun Buku 2017.

Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang kami hormati,

Kinerja PTPN IX pada tahun 2017 menunjukkan adanya pertumbuhan pada sektor laba usaha namun masih kurang menggembirakan pada kinerja laba bersih akibat beban bunga dan beban fiskal yang tinggi. Untuk itu perlu upaya sistematis dan komprehensif untuk menyamakan persepsi seluruh insan perusahaan atas visi strategis perusahaan yang hendak dicapai dengan diringi peningkatan kompetensi individu karyawan agar tercipta kompetensi organisasi yang kuat untuk meningkatkan kinerja di masa mendatang.

 

ANALISIS PENCAPAIAN KINERJA

Tinjauan Makro Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi global 2017 diperkirakan lebih kuat dibandingkan 2016 dengan sumber pertumbuhan yang lebih merata, baik dari negara maju maupun negara berkembang. Pertumbuhan PDB AS membaik ditopang investasi yang meningkat dan konsumsi yang stabil. Sejalan dengan AS, ekonomi Eropa pulih cukup solid ditopang konsumsi dan ekspor. Perekonomian Tiongkok juga membaik didukung konsumsi dan ekspor di tengah kebijakan rebalancing yang ditempuh secara gradual. Perkembangan ini selanjutnya mendorong volume perdagangan dunia dan harga komoditas global, termasuk minyak, yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, kenaikan suku bunga FFR di AS sebesar 25 bps pada 13 Desember 2017 sesuai dengan perkiraan Bank Indonesia. Ke depan, pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan akan tetap tinggi disertai dengan harga komoditas dan volume perdagangan yang tetap kuat. Namun demikian, sejumlah risiko terhadap perekonomian global tetap perlu diwaspadai, antara lain normalisasi kebijakan moneter di beberapa negara maju dan faktor geopolitik.

Sedangkan pemulihan ekonomi Indonesia berlangsung gradual dan belum merata. Pertumbuhan ekonomi 2017 diperkirakan sekitar 5,10% (yoy), dibandingkan 5,02% (yoy) pada 2016. Pertumbuhan ekonomi didukung oleh peningkatan ekspor komoditas yang selanjutnya mendorong peningkatan investasi nonbangunan, khususnya pada korporasi yang berbasis komoditas.

 

 

Kebijakan Strategis

Berdasarkan ekonomi makro dan industri perkebunan, Perusahaan merumuskan berbagai kebijakan strategis untuk meraih setiap peluang dan potensi yang ada secara berkesinambungan. Untuk menguatkan daya saing dan agar tetap dapat bertahan di pasar maka Perusahaan menerapkan strategi stability dan kombinasi yang meliputi efisiensi dan pengembangan usaha serta memperkuat budaya perusahaan. Mempertimbangkan bahwa produk gula, karet, teh, kopi, wisata agro dan kayu adalah komoditas yang bersifat mass product, maka membangun daya saing untuk kopi dan wisata agro melalui keunikan (differentiation), sedangkan untuk komoditi yang lain dilaksanakan strategi overall cost leadership. Kebijakan strategis untuk pengembangan bisnis perusahaan sebagai berikut :

  1. 1. Bisnis Gula

    Berorientasi kepada peningkatan kapabilitas produksi (production capability) dan peningkatan kapasitas pabrik dalam skala ekonomis. Dalam pengelolaan bisnis ini akan menerapkan efektivitas overall cost leadership, dan ERP-SAP serta perluasan areal tebu baik tebu sendiri melalui konversi, kerjasama dan sewa, maupun melalui tebu rakyat untuk menaikkan profit margin.

    2. Bisnis Karet

    Memperbesar ukuran bisnis dengan cara meningkatkan kapabilitas produksi, meningkatkan volume penjualan dengan memperluas pasar dan efektivitas penerapan cost leadership dan penerapan ERP-SAP.

    3. Bisnis Teh

    Diarahkan pada peningkatan kapasitas untuk memperbesar skala bisnis dan diversifikasi produk dengan sasaran menaikkan profit margin dan menurunkan beban pokok produksi, serta mengembangkan pasar eksternal.

    4. Bisnis Kopi

    Difokuskan pada peningkatan ukuran bisnis melalui peningkatan kapabilitas produksi, dengan sasaran keunikan produk dan mengembangkan pasar baru.

    5. Bisnis Agrowisata

    Berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan best servises yang berorientasi pada perluasan pasar, meningkatkan sarana dan prasarana, memperbaiki manajemen pengelolaan, dan pengembangan pasar eksternal.

Kinerja Perseroan

Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang terhormat,

Pemulihan ekonomi yang terus berlanjut secara lebih merata diikuti dengan tetap tingginya harga komoditas, hal ini tercermin dari harga rata-rata beberapa komoditas PTPN IX naik pada tahun 2017 dari tahun sebelumnya antara lain karet naik 31,96% dan Kopi Robusta naik sebesar 24,35%. Namun perlu kami sampaikan bahwa sepanjang tahun 2017 adalah tahun yang penuh tantangan untuk PTPN IX, dimana pada aspek operasional beberapa komoditas seperti GKP, tetes, teh, dan kopi mengalami kenaikan produksi dibandingkan tahun 2016, akan tetapi volume penjualan komoditas dibawah target yang ditetapkan pemegang saham turut mempengaruhi kinerja perusahaan di tahun 2017.

Hal tersebut berdampak pada kinerja finansial dimana pendapatan tahun 2017 Rp. 929.093 juta meningkat 6,86% dari tahun 2016 sebesar Rp. 869.443juta namun hanya mencapai 85,79% dari target RKAP sebesar Rp. 1.082.959 juta. Untuk laba tahun berjalan tahun 2017, PTPN IX membukukan rugi Rp. 399.352 juta, menurun Rp. 32.603 juta dari tahun 2016 rugi sebesar Rp 366.749 juta. Dan lebih rendah Rp. 188.883 juta dari target rugi sebesar Rp, 217.469 juta.

Pencapaian Target 2017

Selama tahun 2017 Manajemen telah menyusun upaya pencapaian target kinerja Perseroan antar lain :

  • Pengembangan wisata agro melalui penambahan fasilitas-fasilitas penunjang.
  • Penataan areal portofolio komoditas pada areal HGU dengan mempertimbangkan kecocokan lahan.
  • Melaksanakan inovasi dalam rangka optimalisasi produksi dan efisiensi biaya
  • Konversi areal tanaman karet ke tanaman tebu untuk gilingan produksi mulai tahun 2017
  • Melaksanakan pengujian mutu produk hilir sesuai kelayakan konsumsi berdasarkan SNI
  • Penanaman tanaman hortikultura di Kebun-Kebun yang berpotensi secara intercrop dan monokultur untuk memberikan quick yield kepada perusahaan.
  • Tetap menjaga semangat melakukan efisiensi di segala bidang
  • Meningkatkan intensitas interaksi dengan insan perseroan dan stakeholder untuk menyamakan persepsi atas visi strategis perusahaan yang hendak dicapai bersama.

 

 

Kendala-Kendala Yang Dihadapi

Budidaya Tebu

Menurunnya areal tebu sebesar 20% dari tahun yang lalu, dan produktivitas tebu hanya mencapai 90,94% dari target berdampak pada produksi tebu giling yang hanya mencapai 59,93% dari target.

Budidaya Karet

Realisasi produksi karet hanya mencapai 89,04% dari target dipengaruhi oleh kondisi tajuk yang tipis, dan panjangnya musim gugur daun akibat kemarau tegas di tahun 2017.

Budidaya Teh

Realisasi produksi teh hanya mencapai 81,02% dari target disebabkan oleh tanaman teh di kebun Jolotigo dan Semugih dalam tahap pemulihan dari hama penyakit. Selain itu kemarau tegas turut mempengaruhi produksi pucuk tidak optimal.

Budidaya Kopi

Tidak adanya pemupukan pada semester I mengakibatkan potensi produksi kopi menurun hingga 40%, selain itu bobot glondongan ringan meningkat 6,30% dari estimasi awal sebesar 675 glondong/kg. Sehingga produksi kopi tahun 2017 hanya mencapai 50,17% dari target.

PROSPEK USAHA

Setelah melewati tahun yang penuh tantangan di tahun 2017, kedepan kami akan melaksanakan program “Operating Excellent” yang berorientasi pada produktivitas, kualitas, dan efisiensi biaya produksi pada komoditas pokok agar kembali menunjukkan kinerja yang optimal.

Banyaknya potensi di luar komoditas pokok yang sedang dikembangkan Perseroan dalam rangka meningkatkan revenue perusahaan antara lain Pengembangan Agrowisata, Perluasan Pasar dan Peningkatan produksi Produk Hilir, Pembangunan Pabrik Pengolahan SIR, dan rencana pembangunan Rest Area dengan didukung program Rightsizing SDM dan pembangunan Sistem Informasi Manajemen yang terstruktur diharapkan akan meningkatkan kinerja, kelincahan, efektivitas dan efisiensi Perseroan di masa mendatang.

PENERAPAN GOOD GOVERNANCE

Dalam menjalankan kegiatan usaha yang berkelanjutan serta sebagai anak usaha BUMN, PTPN IX selalu menjadikan prinsip GCG (Good Corporate Governance/ Tata Kelola Perusahaan yang Baik) sebagai pedoman operasional utama. Dibawah pengawasan Dewan Komisaris dan Komite Audit seluruh jajaran perseroan menjalankan tata kelola perusahaan dengan transparan dan penuh tanggung jawab, sehingga jalannya perseroan sudah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Struktur Mekanisme GCG

Sesuai dengan undang-undang No. 40 tahun 2007 terntang Perseroan Terbatas, organ perusahaan terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Direksi dan Dewan Komisaris. Selama tahun 2016, organ perusahaan telah menjalankan fungsinya dengan baik. RUPS Tahunan diselenggarakan dalam waktu yang tidak melewati batas yang ditentukan dan RUPS Tahunan telah berjalan dengan baik dan dihadiri oleh pemegang saham dan seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi.

Selama tahun 2016, Dewan Komisaris telah menjalankan fungsi, tugas dan tanggung jawab yang jelas sesuai dengan anggaran dasar dan wewenang yang diberikan RUPS. Dewan Komisaris bertanggung jawab kepada pemegang saham dalam hal menagawasi kebijakan Direksi terhadap operasional Perusahaan yang secara umum mengacu pada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan yang telah disetujui, serta memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Dewan komisaris senantiasa proaktif melakukan pengawasan terhadap kinerja Direksi dan memberikan masukan kepada Direksi. Bentuk pengawasan yang dilakukan Dewan Komisaris tentunya mengacu pada implementasi atas rekomendasi yang diberikan Dewan Komisaris terhadap Direksi maupun melalui komite-komite yang dibentuk.

Direksi telah menjalankan tugas dengan melakukan segala tindakan yang berkaitan dengan pengurusan dan bertanggung jawab atas pengurusan Perseroan. Pengurusan dilaksanakan untuk kepentingan Perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. Selama tahun 2017, direksi telah melaksanakan tugas pengurusan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Anggaran Dasar, antara alain :

  1. Penyusunan perencanaan Perusahaan, antara lain RKAP 2018.
  2. Pemenuhan target kinerja Perusahaan berdasarkan aspek keuangan, operasional, dan administrasi.
  3. Pengembangan usaha perusahaan, antaralain pengembangan industri hilir, pengembangan agrowisata, dan pengembangan diversifikasi usaha antara lain : penanaman tanaman hortikultura, pemanfaatan aset non produktif, dan kerjasama pemanfaatan lahan untuk menara telekomunikasi, serta kerja sama penataan lahan.
  4. Pengelolaan aset dan keuangan perusahaan
  5. Pelaksanaa kegiatan operasional perusahaan
  6. Penyelenggaraan rapat Direksi, menghadiri rapat Dewan Komisaris dan Rapat Umum Pemegang Saham
  7. Pengawasan dan perbaikan proses bisnis internal, termasuk menindaklanjuti temuan Internal Audit dan Auditor eksternal.
  8. Penyelesaian permasalahan perusahaan, khususnya permasalahan hukum yang sedang dihadapi perusahaan
  9. Pengawasan kinerja dan permasalahan anak perusahaan
  10. Pelaksanaan tugas lainnya terkait kepengurusan perusahaan.

 

Sistem Pengendalian Internal

Perusahaan terus mendorong upaya peningkatan sistem pengendalian internal yang efektif. Pengendalian internal menjadi bagian yang terintegrasi dalam sistem dan prosedur dalam setiap kegiatan di unit kerja sehingga apabila terjadi penyimpangan maka dapat diketahui secara dini dan dilakukan langkah perbaikan oleh unit kerja yang bersangkutan. Perusahaan memiliki bagian Satuan Pengawasan Internal yang berperan dalam mengevaluasi kecukupan dan efektivitas pengendalian internal yang dilakukan oleh manajemen Perusahaan.

 

Manajemen Risiko

Perkembangan industri perkebunan yang sangat dipengaruhi faktor eksternal maupun internal merupakan tantangan tersendiri bagi perusahaan serta menimbulkan risiko yang dihadapi perusahaan pada setiap proses bisnisnya menjadi semakin kompleks. Guna meminimalkan potensi kerugian dan mengoptimalkan profitabilitas, menciptakan nilai perseroan dan meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, mendorong standar praktik terbaik tata kelola perusahan, maka disusunlah Sistem Manajemen Risiko (SIMAKO) untuk mendapatkan laporan mitigasi risiko yang lebih akurat.

Code Of Conduct

Corporate Governance merupakan suatu proses dan struktur untuk meningkatkan keberhasilan usaha dan akuntabilitas perusahaan guna mewujudkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang dengan memperhatikan kepentingan stakeholder lainnya berlandaskan peraturan perundang-undangan, anggaran dasar, dan nilai-nilai etika.

Penerapan praktek Good Governance bukan hanya menjadi kebutuhan para pelaku usaha tetapi  juga menjadi kebutuhan semua BUMN tidak terkecuali PTPN IX. Wujud dari komitmen untuk melaksanakan praktik-praktik Good Corporate Governance adalah dengan menerapkan prinsip-prinsip GCG yaitu Transparansi, Pertanggungjawaban, Kemandirian dan Kewajaran dalam menjalankan operasional perusahaan.

PERUBAHAN DIREKSI

Perubahan Komposisi Direksi

Pada tahun 2017 terjadi perubahan komposisi Direksi. Perubahan komposisi beserta SK Pengangkatan Direksi disajikan dalam tabel berikut:

 

PENUTUP

Direksi memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen dan kerja sama seluruh jajaran manajemen dan karyawan atas kerja keras dan upaya menunjukkan kinerja terbaik bagi perusahaan.

Atas dukungan yang telah ditunjukkan selama ini, Direksi mengucapkan pula penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemegang Saham dan Dewan Komisaris sehingga perseroan dapat selalu menampilkan kinerja terbaik.

Tak lupa Direksi juga memberikan penghargaan yang tinggi kepada pelanggan dan mitra kerja yang telah memberikan kepercayaan penuh terhadap PTPN IX serta menjadi bagian penting dalam pencapaian kinerja perusahaan.

Demikian Laporan Tugas Direksi atas pelaksanan dan pengelolaan usaha selama tahun 2017. Untuk kedapan kami akan tetap berkomitmen akan selalu memberikan yang terbaik guna perbaikan pencapaian kinerja secara berkelanjutan. Harapan besar Kami untuk terus membawa PTPN IX menjadi bagian penting serta berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

 

Atas Nama Direksi

PT Perkebunan Nusantara IX

 

 

IRYANTO HUTAGAOL

Direktur Utama