“MERINTIS TRANSFORMASI TERUS MELANGKAH MERAIH VISI”

Pada kesempatan yang penuh limpahan rizki dan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa ini izinkan kami meyampai- kan Laporan Pengelolaan Perseroan Tahun Buku 2018.

Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang kami hormati,?Tercatat beberapa tahun terakhir, kinerja PTPN IX memperli- hatkan hasil yang kurang optimal. Hal ini disebabkan oleh tidak kunjung membaiknya harga komoditas utama perusahaan serta beban bunga yang tinggi, sehingga diperlukan upaya ter- us-menerus yang sistematis dan komprehensif untuk mencapai visi strategis perusahaan. Pada tahun 2018, perusahaan merin- tis program Tranformasi sebagai jawaban atas tantangan bisnis yang terus berkembang serta untuk menjaga keberlangsungan perusahaan kedepan melalui 5 (lima) paket Transformasi, an- tara lain Portofolio & Pengembangan Non-Core, Budaya Kerja dan Penataan SDM, Operational Excellence, Aset & Infrastruk- tur, serta Digitalisasi dan Mekanisasi. Transformasi sebagai spirit PTPN IX untuk terus dapat meraih visi yang diimpikan

Menjadi Perusahaan Agrobisnis yang Berdaya Saing Tinggi dan Tumbuh Berkembang Bersama Mitra.

ANALISA PENCAPAIAN KINERJA

Tinjauan Makro Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi global yang melandai serta ketidak- pastian pasar keuangan global yang masih tinggi mendorong pertumbuhan volume perdagangan dunia tumbuh melambat. Pertumbuhan volume perdagangan dunia diprakirakan lebih rendah dari prakiraan sebelumnya. Hal tersebut disebabkan oleh realisasi volume perdagangan dunia pada triwulan I, II, dan III 2018 yang lebih rendah dari perkiraan. Rendahnya realisa- si volume perdagangan dunia pada triwulan I, II, dan III 2018 didorong oleh rendahnya

aktivitas perdagangan di negara maju sejalan dengan melam- batnya pertumbuhan ekonomi negara maju (kecuali AS) serta eskalasi isu proteksionisme, antara lain penetapan tarif impor oleh AS dan sentimen Brexit. Sementara itu, aktivitas ekspor dan impor di negara berkembang tumbuh meningkat dipen- garuhi oleh aksi frontloading Tiongkok, membaiknya ekonomi India, serta adanya kebijakan penurunan pajak impor oleh Tiongkok.

Sejalan dengan melambatnya pertumbuhan volume perdagan- gan dunia, harga komoditas global juga menurun, termasuk har- ga minyak dunia. Harga komoditas ekspor Indonesia menurun terutama didorong oleh berlanjutnya penurunan harga ko- moditas logam dan pertanian pada triwulan IV 2018, antara lain CPO, karet, dan nikel. Penurunan harga CPO disebabkan oleh penurunan permintaan terutama dari India dan Tiongkok yang disertai dengan meningkatnya pasokan sehingga men- dorong kenaikan netsupply. Di samping itu, penurunan harga CPO juga dipengaruhi oleh rendahnya harga kedelai sebagai barang subsitusi. Sementara itu, harga karet terus melemah sejalan dengan permintaan Tiongkok yang menurun akibat adanya kebijakan deleveraging dan eskalasi hubungan dagang AS-Tiongkok. Selain itu, pasokan karet juga masih tinggi.

DEWAN DIREKSI

Kebijakan Strategis

Berdasarkan ekonomi makro dan industri perkebunan, Perusa- haan merumuskan berbagai kebijakan strategis untuk meraih setiap peluang dan potensi yang ada secara berkesinambun- gan. Untuk menguatkan daya saing dan agar tetap dapat ber- tahan di pasar, maka Perusahaan menerapkan strategi stability dan kombinasi yang meliputi e siensi dan pengembangan us- aha melalui program Transformasi serta memperkuat budaya perusahaan. Mempertimbangkan bahwa produk gula, karet, teh, kopi, wisata agro dan kayu merupakan komoditas yang bersifat mass product, maka membangun daya saing untuk kopi dan wisata agro melalui keunikan (differentiation), se- dangkan untuk komoditi yang lain dilaksanakan strategi over- all cost leadership. Kebijakan strategis untuk pengembangan bisnis perusahaan sebagai berikut :

  1. Bisnis Gula

Berorientasi kepada peningkatan kapabilitas produksi (production capability) dan peningkatan kapasitas pabrik dalam skala ekonomis. Dalam pengelolaan bisnis ini akan menerapkan efektivitas overall cost leadership, dan ERP- SAP serta perluasan areal tebu, baik tebu sendiri melalui konversi, kerjasama dan sewa, maupun melalui tebu rak- yat untuk menaikkan pro t margin.

  1. Bisnis Karet

Memperbesar ukuran bisnis dengan cara meningkatkan kapabilitas produksi, penguatan sistem manajemen panen dan quality control produk komoditas, meningkatkan vol- ume penjualan dengan memperluas pasar dan efektivitas penerapan cost leadership dan penerapan ERP-SAP.

  1. Bisnis Teh

Diarahkan pada peningkatan kapasitas untuk memperbe- sar skala bisnis dan diversi kasi produk dengan sasaran menaikkan pro t margin dan menurunkan beban pokok produksi, serta mengembangkan pasar eksternal.

  1. Bisnis Kopi

Difokuskan pada peningkatan ukuran bisnis melalui pen- ingkatan kapabilitas produksi, dengan sasaran keunikan produk dan mengembangkan pasar baru.

  1. Bisnis Agrowisata, Hortikultura, Kayu-kayuan dan Pengembangan Usaha Berupaya untuk meningkatkan daya saing perusahaan yang berorientasi pada kualitas layanan best services, perluasan pasar, meningkatkan sarana dan prasarana, memperbaiki manajemen pengelolaan, dan pengembangan bisnis yang lebih luas.

STRATEGI PENCAPAIAN TARGET 2018

Selama tahun 2018 Manajemen telah menyusun upaya penca- paian target kinerja Perseroan antar lain :

  1. Penataan portofolio meliputi komposisi tanaman ideal dan ?diversi kasi usaha.
  2. Quick yield program melalui pengembangan wisata agro, ?produk hilir, gula retail, dan essential oil.
  3. Industri komoditas yang pro table dengan program oper- ?ating excellence, penerapan kelas kebun, penataan SDM, ?dan perencanaan sistem pengupahan yang kompetitif.
  4. Project investment plywood, vulkanisir ban, udang van- amey, pabrik SIR, rest area, wisata agro, optimalisasi asset ?dan pendirian pabrik pupuk organic.
  5. Melakukan e siensi pabrik, regrouping pabrik karet, teh, ?dan kopi, serta penutupan pabrik BRCR.
  6. Peningkatan kehandalan Sistem Informasi Manajemen ?dengan smart presense penyadap, digitalisasi timbangan pabrik, penyusunan RKAP berbasis IT, pengunaan aplikasi Disposisi Online, dashboard online, video converance, dan penerapan SAP.

KINERJA PERSEROAN

Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang ter- hormat,?Pertumbuhan ekonomi global yang melandai serta ketidak- pastian pasar keuangan global yang masih tinggi mendorong pertumbuhan volume perdagangan dunia tumbuh melambat. Sejalan dengan melambatnya pertumbuhan volume perdagan- gan dunia, harga komoditas global juga menurun, hal ini juga tercermin pada harga rata-rata tahun 2018 komoditas karet dan kopi PTPN IX mengalami penurunan dibandingan tahun sebelumnya masing-masing sebesar 18,26% dan 8,79%. Dari aspek operasional produktivitas karet, teh, dan tebu menun- jukkan peningkatan kinerja dibandingkan tahun sebelumnya, namun capaian produksi masih dibawah target yang ditetap- kan pemegang saham dan mengakibatkan tidak tercapainya target volume penjualan.

Sejalan dengan hal tersebut berpengaruh terhadap kinerja

\

nansial dimana pendapatan tahun 2018 sebesar Rp 986,4 milyar meningkat 6,17% dari tahun sebelumnya namun hanya mencapai 86,80% dari target RKAP sebesar Rp 1.136 milyar. Dibandingkan dengan laporan keuangan tahun 2017 setelah penyajian kembali, rugi tahun berjalan tahun 2018 meningkat 45,71% dari tahun 2017 atau sebesar Rp 395,5 milyar namun laba komprehensif mencapai Rp 39,4 milyar atau 251,53% dari target RKAP.

KENDALA-KENDALA YANG DIHADAPI

Volume penjualan komoditas dibawah target yang ditetapkan banyak dipengaruhi oleh produksi komoditas yang dikelola tidak mencapai target yang telah ditetapkan akibat kendala yang dihadapi di tahun 2018, antara lain :

Budidaya Tebu

Menurunnya areal tebu sebesar 14,3% dari tahun yang lalu, dan produktivitas tebu hanya mencapai 94,10% dari target berdampak pada produksi tebu giling yang hanya mencapai 75,08% dari target.

Budidaya Karet

Realisasi produksi karet hanya mencapai 93,27% dari tar- get dipengaruhi oleh kondisi tajuk tanaman belum pulih, dan tingginya lowong sadap akibat penyadap borong ek- sternal yang sering tidak masuk kerja.

Budidaya Teh

Realisasi produksi teh hanya mencapai 87,18% dari target disebabkan oleh populasi tanaman teh dibawah standard dan ketrampilan pemetik teh yang belum merata sehubun- gan dengan peralihan dari petik manual ke mekanisasi petik gunting dan mesin. Selain itu kemarau tegas turut mempen- garuhi produksi pucuk tidak optimal.

Budidaya Kopi

Kemarau panjang juga menghambat upaya pencapaian produksi kopi dimana berkibat pada pembungaan menjadi tidak mekar sempurna dan percabangan tidak ideal. Seh- ingga produksi kopi tahun 2018 hanya mencapai 50,07% dari target.

PROSPEK USAHA

Tahun 2018 yang penuh tantangan tetap kami jadikan seman- gat untuk terus meraih cita-cita perusahaan, kedepan kami akan tetap melanjutkan program “Transformasi” yang berori- entasi pada produktivitas, kualitas, dan e siensi biaya produksi pada komoditas pokok agar kembali menunjukkan kinerja yang optimal. Serta pengembangan potensi di luar komoditas pokok yang sedang dikembangkan Perseroan dalam rangka mening- katkan revenue perusahaan antara lain Pengembangan Agrow- isata, Perluasan Pasar dan Peningkatan produksi Produk Hilir, Pembangunan Pabrik Pengolahan SIR, dan rencana pembangu- nan Rest Area dengan didukung program Rightsizing SDM dan pembangunan Sistem Informasi Manajemen yang terstruktur diharapkan akan meningkatkan kinerja, kelincahan, efektivitas dan e siensi Perseroan di masa mendatang.

TATA KELOLA

Seluruh jajaran perseroan menjalankan tata kelola perusahaan dengan transparan, penuh tanggung jawab dan sesuai dengan peraturan undang-undang yang berlaku dibawah pengawa- san Dewan Komisaris dan Komite Audit. Dalam menjalankan kegiatan usaha yang berkelanjutan serta sebagai anak usaha BUMN, PTPN IX selalu menjadikan prinsip GCG (Good Corpo- rate Governance/ Tata Kelola Perusahaan yang Baik) sebagai pedoman operasional utama perseroan.

 

PENUTUP

Demikian Laporan Tugas Direksi atas pelaksanaan dan pengelolaan usaha selama tahun 2018.

Namun tak lupa dan paling utama Direksi memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen dan kerja sama seluruh jajaran manajemen dan karyawan atas kerja keras dan upaya menunjukkan kinerja terbaik bagi perusahaan.

Atas dukungan yang telah ditunjukkan selama ini, Direksi mengucapkan pula penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemegang Saham dan Dewan Komisaris sehingga perseroan dapat selalu menampilkan kinerja terbaik.

Direksi juga memberikan penghargaan yang tinggi kepada pelanggan dan mitra kerja yang telah memberikan kepercayaan penuh terhadap PTPN IX serta menjadi bagian penting dalam pencapaian kinerja perusahaan.

Dalam mengelola Perseroan kami tetap berkomitmen selalu memberikan yang terbaik guna perbaikan pencapaian kinerja secara berkelanjutan.

Atas Nama Direksi

PT Perkebunan Nusantara IX

Iryanto Hutagaol

Direktur Utama