Sebagai salah satu kebutuhan masyarakat gula menjadi sangat penting keberadaannya. Hampir semua orang mengkonsumsi gula, disamping industri makanan dan minuman. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut industri gula menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan keuntungan besar. Namun ironisnya banyak industri gula/ PG yang selalu merugi. Data statistik Kementerian Perindustrian menyebutkan di Indonesia saat ini ada 62 Pabrik Gula yang berbasis Tebu. 50 PG dikelola oleh BUMN dan berada di Pulau Jawa, dengan kondisi pabrik dan mesin sudah tua, kapasitas giling rendah, yang pada akhirnya timbul inefisiensi dan idle capasity. Faktor lain yang cukup berpengaruh adalah jumlah tenaga kerja yang begitu besar. Luas areal tanaman tebu sebagai bahan baku utama industri gula juga menyumbang kendala yang memerlukan penanganan lebih serius.

Dibandingkan dengan PG yang dikelola oleh pihak swasta yang sudah menggunakan mesin-mesin modern dan areal tanaman tebu yang diolah secara mekanisasi menjadikan mutu dan produktifitas semakin meningkat ditunjang efisiensi yang terstruktur dengan baik.

Melihat kenyataan yang terjadi, jajaran managemen PTP Nusantara IX sebagai salah satu BUMN yang dipercaya pemerintah untuk mengelola Pabrik Gula yang telah ada sejak peninggalan jaman Belanda  dan untuk mewujudkan program swasembada gula nasional, baru-baru ini menyelenggarakan knowledge sharing tentang pergulaan khususnya di wilayah Jawa Tengah dengan PT Gendis Multi Manis pada tanggal 2 Agustus 2018 di Kantor Direksi PTP Nusantara IX.

PT Gendis Multi Manis  (GMM) merupakan anak perusahaan PT Bulog pengelola pabrik gula di daerah Blora, menjadi salah satu acuan untuk pengembangan industri gula yang dikelola oleh BUMN. Pada kesempatan tersebut hadir Rachmat Pambudy selaku Direktur Utama PT. GMM dan Iryanto Hutagaol Direktur Utama PTP Nusantara IX, beserta jajaranya.

Knowledge sharing disampaikan oleh Bambang Subekti GM PT GMM, terkait dengan keberhasilan mengelola pabrik gula menjadi salah satu pioneer pergulaan di Jawa Tengah. Iryanto Hutagaol dalam sambutanya mengatakan pertemuan yang sangat unik dan luar biasa ini dihadiri oleh GMM, RNI dan PTPN IX supaya kita bisa sharing. Apabila dilihat  banyak sekali yang harus di benahi untuk PTPN IX sendiri, antara lain rendemen, mesin giling dan kualitas tebu, penataan SDM. Tapi semua itu tidak boleh membuat kita lemah, karena hal yang paling signifikan untuk keberhasilan sebuah perusahaan maupun pabrik besar adalah untuk bisa survive dengan melakukan “ studi banding “.