Semarang – 25 Januari 2019  kebun naga yang berada di Kebun Jollong menjadi kepastian pasar dan harga bagi para petani di tengah melimpahnya produksi.

Saat ini, produksi buah naga memang terus meningkat tiap tahun. Musim panen buah naga pada bulan Desember hingga Maret. Saat masa panen, produksi buah naga dijual dengan harga Rp.10.000,00/kg. Buah naga yang dijual di kebun ini yaitu buah naga merah (Hylocereus costaricensis).

Penjual yang semakin banyak dan kelebihan produksi buah naga bukan menjadi masalah yang mendesak bagi kebun naga Jollong. Dikarenakan, kebun tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi para pengunjung, yakni konsep agrowisata dan buah naga organik. Selain itu juga  terus berupaya mempertahankan kualitas produk dan pelayanan bagi pelanggan.

Indahnya pemandangan berpadu kebun buah naga menjadi alternatif wisata di Pati bagi wisatawan yang ingin mendapatkan udara segar. Wisata ini sangat menarik untuk dikunjungi, entah itu anak-anak, keluarga, ataupun para remaja. Dahulu, tempat ini termasuk perkebunan kopi, dan kemudian diganti menjadi perkebunan buah naga.

Selain itu, buah yang memiliki nama latin Hylocereus costaricensis ini rendah kalori namun tinggi nutrisi seperti vitamin B dan C, fosfor, protein, kalsium, fiber, captin, dan antioksidan.

Adapun khasiat bila mengkonsumsi rutin setiap hari untuk kesehatan tubuh, buah naga mampu mencegah diabetes, hipertensi, kanker, membantu masalah pencernaan, dan juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Tanaman buah naga dapat berkembang dengan optimal menyesuaikan kondisi iklim dan alam Indonesia yang subur dengan memperhatikan teknik penanaman secara baik dan benar meliputi, pengelolahan tanah, pemupukan, penyiraman, pemangkasan, masa panen. Dan juga menggunakan cara generatif, vegetatif, dan metode tiang tunggal. (Monica-Humas-USM)