PT Kawasan Industri Terpadu Batang melaksanakan RUPS Perdana  pada hari Selasa, 22  Desember 2020 di Kampoeng Kopi Banaran Bawen Kab. Semarang, dihadiri oleh perwakilan Kementerian BUMN dan para pemegang saham yaitu PT PP (Persero) Tbk, PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero), PT Perkebunan Nusantara IX dan Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha Kabupaten Batang.

Agenda RUPS antara lain berisi Pengangkatan Anggota Direksi dan Dewan Komisaris PT Kawasan Industri Terpadu Batang  (PT KITB), persetujuan kerja sama pengembangan lahan, pengesahan biaya pra-operasional, pemberitahuan tentang penyetoran modal serta arahan – arahan pemegang saham,

Pendirian Perusahaan Patungan (JV) PT KITB dengan rincian PT PP (Persero) Tbk memiliki saham sebesar 35 persen, PT Kawasan Industri Wijayakusuma memiliki saham sebesar 30 persen, PT Perkebunan Nusantara IX memiliki saham sebesar 25 persen sedangkan Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha Kabupaten Batang memiliki porsi saham sebesar 10 persen.

Galih Saksono – Direktur Utama PT KITB dalam keterangannya menyampaikan “Percepatan pengembangan KITB sudah on the track, kami optimis pekerjaan di lapangan maupun administrasi yang dilakukan  dapat segera mengakomodir kebutuhan para investor yang akan datang, harapannya semua berjalan sesuai target yang ditentukan oleh pemerintah sehingga secepatnya menyerap tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian di Indonesia secara optimal” ujarnya.

Pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang berkonsep  Smart & Sustainable Industrial Estate untuk merespon revolusi industry 4.0 di Indonesia maupun global. PT. KITB mengusung brand Grand Batang City dengan tagline “Beyond Industrial Estate” memposisikan diri sebagai kawasan yang representatif dan prospektif serta berkelanjutan sejalan dengan  dukungan infrastruktur dan utilitas yang memadai, seperti pengadaan air baku dan air bersih, jaringan listrik, jalur sistem telekomunikasi, jaringan gas, dan sebagainya.

Pemerintah menargetkan pembangunan infrastruktur kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah pada akhir tahun dan ready to build pada awal tahun 2021. Pada tahap pertama, pemerintah akan mempersiapkan infrastruktur utama dan pendukung untuk areal 450 Ha lahan dari total 4.300 ha dengan kerjasama pemanfaatan lahan jangka Panjang antara JV dengan PTPN IX.

KIT Batang Tahap 1 nantinya dilengkapi beberapa fasilitas pendukung dan konektivitas kawasan, yaitu akses sementara kawasan, simpang susun Tol KM 371+800, jalan utama sepanjang 5,2 km, marketing gallery, perluasan stasiun dan dryport, jaringan listrik, supplai air baku, rumah susun sederhana sewa, dan IPAL Sampah.

Adapun susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT Kawasan Industri Terpadu Batang, antara lain :

Direktur Utama : Galih Saksono
Direktur Keuangan dan HCM : Rudi Harjito
Direktur Operasi dan Teknik : Slamet Wahyu Hidayat

Komisaris Utama : Tio Handoko
Komisaris : Rachmadi Nugroho
Komisaris : I Gede Upeksa Nugraha
Komisaris : Sri Purwaningsih